Politik-Hukum Terkini: Praktik Suap untuk 'Apresiasi' Diskon Pajak
Jumat, 6 Februari 2026 | 07:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Isu politik-hukum nasional Beritasatu.com, Kamis (5/2/02) diawali dengan rangkaian operasi KPK yang membongkar dugaan suap di sektor pajak, peradilan, hingga kepabeanan. Peristiwa itu menegaskan komitmen penegakan hukum di tengah sorotan publik.
Penindakan terhadap pejabat pajak, aparat peradilan, dan Bea Cukai menunjukkan praktik korupsi masih mengakar lintas sektor. KPK menekankan kecukupan alat bukti sebagai dasar penguatan proses hukum berkelanjutan.
Pada sisi politik, pemerintah menegaskan kehati-hatian dalam kebijakan luar negeri. Presiden Prabowo memastikan setiap langkah diplomasi tidak mengorbankan kedaulatan, keamanan nasional, serta keselamatan warga Indonesia.
Pertemuan Presiden dengan jajaran dan mantan diplomat menjadi sinyal konsolidasi kebijakan luar negeri. Pemerintah membuka ruang dialog, menyerap masukan, sekaligus menjaga keseimbangan antara agenda global dan kepentingan nasional.
Berikut lima isu politik-hukum terkini:
1. OTT di Depok Terkait Suap Penanganan Perkara
KPK membenarkan operasi tangkap tangan terhadap aparat penegak hukum di Depok, Jawa Barat, Kamis malam. Informasi menyebutkan, salah satu pihak diamankan adalah wakil ketua Pengadilan Negeri Depok.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penindakan tersebut. Saat dikonfirmasi wartawan, ia membenarkan adanya OTT yang dilakukan tim satgas KPK pada Kamis (5/2/2026) malam.
Dalam operasi itu, tim KPK turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga terkait upaya pengurusan atau pengamanan penanganan perkara yang sedang berjalan.
2. Uang 'Apresiasi' Diskon Pajak
KPK membongkar dugaan suap pengurusan restitusi PPN Rp 48,3 miliar di KPP Madya Banjarmasin. Kepala KPP Mulyono Purwo Wijoyo diduga menerima bagian terbesar dari kesepakatan “apresiasi” Rp 800 juta yang disepakati bersama.
Plt Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, restitusi berawal dari pengajuan PT BKB tahun pajak 2024. Pemeriksaan menemukan lebih bayar Rp 49,47 miliar, dikoreksi Rp 1,14 miliar hingga disetujui Rp 48,3 miliar.
Pada November 2025, Mulyono bertemu manajemen PT BKB. Dalam pertemuan lanjutan, ia disebut menyinggung permintaan uang apresiasi agar permohonan restitusi disetujui oleh pihak perusahaan demi kelancaran proses administrasi perpajakan tersebut.
3. Rasuah di Tubuh Bea Cukai Terbongkar
KPK menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hasil operasi tangkap tangan yang digelar di Jakarta.
Penetapan dilakukan setelah pemeriksaan intensif 17 orang selama 1x24 jam. KPK menilai alat bukti cukup untuk menaikkan perkara ke tahap penyidikan resmi.
Tersangka berasal dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta, termasuk direktur, pejabat intelijen, serta pengelola perusahaan importir yang diduga terlibat praktik suap terstruktur.
4. Istana: Presiden Tak Pernah Korbankan Keselamatan Nasional
Pemerintah menegaskan kebijakan luar negeri dijalankan hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab, berlandaskan kepentingan nasional serta perlindungan keselamatan warga negara Indonesia dalam setiap keputusan strategis, pemerintah secara konsisten mengedepankan akuntabilitas publik.
Angga Raka Prabowo menegaskan Presiden Prabowo Subianto memastikan diplomasi internasional, termasuk isu Gaza, tidak mengorbankan kedaulatan, keamanan nasional, maupun keselamatan warga negara Indonesia dalam setiap langkah kebijakan strategis pemerintah pusat.
Setiap opsi kebijakan, kata Angga, selalu disertai perhitungan risiko, mitigasi matang, dan evaluasi berkelanjutan, guna menjaga kepentingan nasional serta melindungi rakyat Indonesia dari dampak kebijakan luar negeri global berisiko tinggi.
5. Bertemu Eks Menlu di Istana, Prabowo Sampaikan 2 Poin Penting
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dua poin penting saat bertemu Menlu, wamenlu, serta mantan pejabat diplomasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/1/2026), membahas arah dan tantangan politik luar negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan pertemuan tersebut menjadi forum diskusi strategis membahas dinamika politik global serta posisi dan kepentingan Indonesia di kancah internasional.
Dalam forum itu, Presiden Prabowo memberi penjelasan, mendengar masukan, serta menjawab pertanyaan para tokoh diplomasi sebagai bahan pertimbangan kebijakan luar negeri ke depan.
Pertama, Prabowo menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang ia lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia.
Kedua, Prabowo membanggakan keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




