Peluang Diterima Tipis, Ini 10 Jurusan Terketat untuk Daftar SNBP 2026
Selasa, 10 Februari 2026 | 11:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah dibuka sejak awal Februari. Jalur ini kembali menjadi incaran utama siswa eligible di seluruh Indonesia karena menilai prestasi akademik tanpa tes tertulis.
Namun di balik peluang tersebut, tingkat persaingan SNBP terbilang sangat tinggi, terutama pada jurusan-jurusan favorit. Sebagai gambaran, pada SNBP 2025 tercatat sebanyak 776.515 siswa mendaftar dan memperebutkan 155.179 kursi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).
Artinya, hampir 800.000 peserta bersaing pada jalur dengan kuota paling terbatas dibandingkan jalur masuk lainnya. Data ini penting dicermati agar peserta SNBP 2026 dapat menyusun strategi pemilihan jurusan secara lebih realistis.
Ketentuan Memilih Jurusan SNBP 2026
Sebelum melihat daftar jurusan terketat, siswa perlu memahami aturan pemilihan program studi pada SNBP 2026. Ketentuan ini menjadi dasar agar pilihan jurusan tetap sesuai regulasi sekaligus mempertimbangkan peluang kelulusan.
Pertama, siswa yang berstatus eligible diperbolehkan memilih program studi di PTN akademik dan/atau PTN vokasi. Kedua, setiap peserta dapat menentukan maksimal dua jurusan, baik dalam satu PTN maupun dua PTN yang berbeda.
Jika hanya memilih satu jurusan, siswa bebas memilih PTN di provinsi mana pun. Namun apabila memilih dua jurusan, salah satu pilihan wajib berada di PTN yang satu provinsi dengan asal SMA, MA, atau SMK.
Dengan memahami aturan tersebut, peserta SNBP bisa menyesuaikan minat, rekam prestasi, serta tingkat persaingan jurusan.
Data SNBP 2025 menunjukkan adanya sejumlah jurusan dengan tingkat keketatan di bawah dua%. Bahkan, beberapa program studi hanya menyediakan sekitar 10 hingga 20 kursi, sementara pendaftarnya mencapai lebih dari seribu orang.
Kondisi ini menjadi alarm bagi calon peserta SNBP 2026 agar tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan peluang secara matang.
Jurusan Akademik Terketat SNBP 2025
Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut daftar jurusan akademik dan jurusan vokasi dengan persaingan paling ketat pada SNBP 2025:
1. Ilmu komunikasi (Universitas Negeri Jakarta)
Program studi ini diminati 1.429 pendaftar, sementara daya tampungnya hanya 16 mahasiswa. Tingkat keketatan tercatat sebesar 1,12%.
2. Farmasi (Universitas Nusa Cendana)
Sebanyak 1.051 siswa mendaftar di jurusan ini, tetapi hanya 13 peserta yang diterima. Keketatannya mencapai 1,24%.
3. Keperawatan (Universitas Negeri Malang)
Jurusan Keperawatan di UM menarik 797 pendaftar dengan kuota 10 mahasiswa, menghasilkan tingkat keketatan 1,25%.
4. Ilmu komunikasi (Universitas Pendidikan Indonesia)
Dengan 1.465 pendaftar dan 20 kursi tersedia, persaingan di jurusan ini berada pada level 1,37%.
5. Pendidikan guru sekolah dasar (Universitas Sriwijaya)
PGSD Unsri diminati 1.744 calon mahasiswa, tetapi hanya 24 orang yang diterima. Tingkat keketatannya sebesar 1,38%.
6. Keperawatan (Universitas Negeri Surabaya)
Jurusan ini mencatat 850 pendaftar dengan daya tampung 12 mahasiswa, sehingga tingkat persaingan mencapai 1,41%.
7. Farmasi (Universitas Mataram)
Sebanyak 1.256 siswa mendaftar di Farmasi Unram, sementara kursi yang tersedia hanya 18. Keketatan tercatat 1,43%.
8. Keperawatan (Universitas Mulawarman)
Dari 692 pendaftar, hanya 10 mahasiswa yang diterima di jurusan ini. Tingkat keketatan berada di angka 1,45%.
9. Teknik pertambangan (Universitas Hasanuddin)
Jurusan Teknik Pertambangan Unhas diminati 1.242 pendaftar dengan daya tampung 28 mahasiswa, menghasilkan keketatan 1,45%.
10. Farmasi (UPN Veteran Jakarta)
Program studi ini mencatat 828 pendaftar dan hanya menerima 12 mahasiswa. Tingkat keketatannya sebesar 1,45%.
10 Jurusan Vokasi Terketat SNBP 2025
1. Keperawatan anestesiologi (Universitas Sebelas Maret)
Jurusan ini menjadi yang paling ketat di jalur vokasi dengan 1.279 pendaftar dan hanya 12 mahasiswa diterima. Keketatan tercatat 0,94%.
2. Kebidanan (Universitas Padjadjaran)
Sebanyak 558 pendaftar bersaing memperebutkan 8 kursi, sehingga tingkat keketatan mencapai 1,43%.
3. Administrasi bisnis (Politeknik Negeri Bandung)
Jurusan ini diminati 775 pendaftar dengan daya tampung 13 mahasiswa. Tingkat keketatan berada di angka 1,68%.
4. Farmasi (Universitas Sebelas Maret)
Dengan 702 pendaftar dan 14 kursi tersedia, persaingan di jurusan ini mencapai 1,99%.
5. Teknik informatika (Politeknik Negeri Bandung)
Sebanyak 1.250 calon mahasiswa mendaftar, sementara hanya 26 yang diterima. Tingkat keketatan tercatat 2,08%.
6. Seni kuliner dan pengolahan jasa makanan (Universitas Negeri Jakarta)
Jurusan ini memiliki 571 pendaftar dan daya tampung 12 mahasiswa, dengan keketatan 2,10%.
7. Akuntansi (Politeknik Negeri Bandung)
Akuntansi Polban diminati 617 pendaftar dengan kuota 13 mahasiswa. Tingkat keketatan mencapai 2,11%.
8. Keselamatan dan kesehatan kerja (Universitas Sebelas Maret)
Sebanyak 988 pendaftar bersaing memperebutkan 24 kursi, menghasilkan tingkat keketatan 2,43%.
9. Tata boga (Universitas Negeri Yogyakarta)
Jurusan ini mencatat 837 pendaftar dengan daya tampung 22 mahasiswa. Keketatannya berada di angka 2,63%.
10. Teknik informatika (Politeknik Negeri Jakarta)
Dengan 1.008 pendaftar dan 27 kursi tersedia, tingkat keketatan jurusan ini mencapai 2,68%.
Data jurusan terketat SNBP 2025 memberikan gambaran nyata betapa sengitnya persaingan masuk PTN melalui jalur prestasi. Menghadapi SNBP 2026, siswa tidak hanya perlu percaya diri dengan rekam akademik, tetapi juga cermat membaca data dan strategi pemilihan jurusan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




