MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air di Boven Digoel
Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:38 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot maskapai Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Rabu (11/2/2026).
Wakil Ketua II MRP Max Ohee menegaskan, dari sudut pandang hak asasi manusia, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.
"Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air," kata Max Ohee di Jayapura, dikutip dari Antara, Sabtu (14/2/2026).
Selain insiden di Boven Digoel, MRP juga mengecam aksi penembakan terhadap seorang warga sipil yang merupakan sopir tangki air di Kabupaten Yahukimo serta penembakan terhadap anggota TNI di Kabupaten Mimika yang menyebabkan satu prajurit meninggal dunia.
Menurut Ohee, rangkaian kekerasan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
"Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengecam tindakan ini," ujarnya.
Ohee menegaskan bahwa keberadaan aparat keamanan maupun maskapai penerbangan di wilayah Papua bertujuan melayani masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sulit diakses.
"Jadi sebenarnya mereka bukan musuh, sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi," katanya.
MRP menyatakan mendukung langkah aparat keamanan dalam melindungi masyarakat serta mengimbau seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi yang berkembang.
Insiden penembakan pilot Smart Air di Boven Digoel menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua yang mendapat sorotan berbagai pihak, termasuk lembaga representatif masyarakat adat, seperti MRP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




