ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selat Hormuz Ditutup Iran, Bahlil: Pasokan BBM Nasional Masih Aman

Rabu, 4 Maret 2026 | 20:07 WIB
CS
RA
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: RP
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Beritasatu.com/Eko Miyadi)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman, meski Iran menutup Selat Hormuz akibat konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

"Kalau sampai dengan sekarang, (pasokan BBM) belum terganggu," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Ketersediaan BBM nasional menjadi sorotan seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel-AS. Korps Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintas di jalur distribusi minyak dunia tersebut sebagai respons atas serangan militer oleh AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

Selat Hormuz memiliki peranan vital karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Sekitar satu per lima pasokan minyak dunia melewati perairan ini setiap harinya. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi serta geopolitik global.

Bahlil menyatakan cadangan BBM nasional saat ini cukup untuk 23 hari, yang masih berada pada level aman sesuai standar minimal cadangan nasional. Meski stok BBM aman, Bahlil menegaskan pemerintah tetap memantau perkembangan situasi perang di Timur Tengah. Ia tak menampik, jika perang ini berkepanjangan, ketersediaan energi nasional akan terdampak.

"Ke depan kan pasti kalau perangnya lama, pasti akan berdampak. Itu sudah pasti, tetapi sampai dengan satu hingga dua bulan ke depan. Insyaallah (pasokan energi) kita masih clear. Insyaallah enggak ada masalah," tegasnya.

Guna mengantisipasi gejolak harga minyak mentah akibat eskalasi konflik, Bahlil menyebut pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Dewan Energi Nasional (DEN) telah mengambil langkah antisipatif.

Pemerintah telah mengalihkan impor minyak mentah, khususnya bensin, dari Timur Tengah ke AS dan Asia Tenggara. Untuk LPG, Bahlil memastikan pasokan tetap aman dan terkendali.

"Sudah kita mengantisipasi 25% crude kita, itu kan kita ambil dari Middle East, dari Selat Hormuz. Dari 25% itu, kita sudah mengalihkan antisipasinya ke AS atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," pungkas Bahlil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon