ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Usul Penjaga Bersertifikat di Perlintasan KA Rawan

Jumat, 1 Mei 2026 | 09:00 WIB
IO
DM
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: DM
Ilustrasi Pelintasan Kereta Api
Ilustrasi Pelintasan Kereta Api (ChatGPT Image/ChatGPT Image)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, mengusulkan agar seluruh pelintasan sebidang kereta api yang rawan kecelakaan dijaga oleh petugas bersertifikasi. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka pendek untuk menekan angka kecelakaan di pelintasan kereta api.

Menurut Sudjatmiko, penertiban secara masif terhadap pelintasan sebidang, termasuk penutupan jalur ilegal dan penanganan gangguan di sekitar rel, berpotensi memicu penolakan dari masyarakat. Terkait hal itu, diperlukan langkah yang lebih realistis dan segera diterapkan.

"Solusi jangka pendeknya adalah penjagaan penuh di pelintasan rawan oleh penjaga bersertifikat. Memang petugas ini harus memiliki sertifikat," ujarnya dalam diskusi terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sudjatmiko menegaskan, pelintasan sebidang ilegal yang masih aktif di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh pelintasan sebidang yang tidak berizin seharusnya ditutup.

Sudjatmiko menilai standardisasi keamanan di pelintasan sebidang sangat mendesak, terutama karena tingkat disiplin pengguna jalan di Indonesia masih rendah. Dengan jumlah penumpang kereta api yang terus meningkat, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

"Di luar negeri juga banyak pelintasan sebidang, tetapi dijaga dengan sistem yang baik," katanya.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI yang meliputi Bekasi dan Depok, Sudjatmiko menyebut masih banyak pelintasan sebidang di wilayah tersebut yang belum dijaga. Kondisi serupa juga masih ditemukan di wilayah Jakarta.

"Pelintasan sebidang ini memang wajib dijaga sesuai dengan peraturan dan klasifikasi jalannya," tegasnya.

Untuk solusi jangka menengah dan panjang, Sudjatmiko mendorong pemerintah melakukan audit keselamatan perkeretaapian secara nasional, termasuk memperbaiki kondisi jalur dan infrastruktur penunjangnya.

Ia menyoroti kondisi jalan di sejumlah pelintasan sebidang yang kerap rusak, baik aspal maupun beton sehingga meningkatkan risiko kendaraan mogok atau berhenti di tengah rel. Selain itu, ia meminta pembangunan flyover dan underpass diperbanyak, terutama di jalur kereta dengan frekuensi perjalanan tinggi, seperti di kawasan Jabodetabek.

Menurutnya, penghapusan pelintasan sebidang merupakan solusi paling efektif untuk mencegah kecelakaan antara kereta api dan kendaraan. "Apalagi di Jabodetabek, setiap lima menit ada kereta melintas. Jalur-jalur seperti ini seharusnya sudah menggunakan flyover atau underpass. Penutupan pelintasan sebidang ilegal juga harus menjadi prioritas," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cerita Dokter Iqbal Selamatkan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Cerita Dokter Iqbal Selamatkan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

NASIONAL
Menhub Masih Tunggu Hasil Investigasi KNKT Soal Tragedi KA di Bekasi

Menhub Masih Tunggu Hasil Investigasi KNKT Soal Tragedi KA di Bekasi

NASIONAL
DPR Desak Kemenhub Umumkan Hasil Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi

DPR Desak Kemenhub Umumkan Hasil Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi

NASIONAL
Tabrakan Kereta, 8 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tabrakan Kereta, 8 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

INTERNASIONAL
Pemerintah Bakal Benahi 76 Pelintasan Seusai Kecelakaan KRL Bekasi

Pemerintah Bakal Benahi 76 Pelintasan Seusai Kecelakaan KRL Bekasi

NASIONAL
Sopir Taksi Ungkap Detik-detik Mobil Mogok dalam Tabrakan KA di Bekasi

Sopir Taksi Ungkap Detik-detik Mobil Mogok dalam Tabrakan KA di Bekasi

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon