Talenta Digital, Kemendikbudristek Akan Tata Ulang Prodi “Jenuh“
Kamis, 26 Mei 2022 | 15:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Guna mempersiapkan talenta digital, maka jurusan atau program studi (prodi) yang ada saat ini harus mendukung. Sementara, hingga saat ini masih banyak jurusan atau prodi "jenuh" atau usang yang harus ditata ulang agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar digital saat ini.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan, untuk mempersiapkan talenta digital dengan memperbanyak jurusan atau prodi multimedia, gim, animasi, desain komunikasi visual (DKV), dan bahasa pemrograman atau coding, dan lain-lain. Selain itu, juga mengurangi jurusan atau prodi yang dianggap jenuh dan tidak relevan lagi dengan lapangan kerja digital saat ini.
"Ada rencana menambah jurusan multimedia dan di sisi lain mengurangi jurusan atau prodi (program studi) jenuh. SMK, misalnya, ada jurusan Teknik Komputer Jaringan. Pada awal pendiriannya dulu karena internet booming dan zaman dulu masih memakai kabel-kabel jadi ada jurusan itu. Tetapi harus diakui, seiring perkembangan teknologi, sekarang internet tidak memakai kabel jadi mungkin sudah enggak relevan. Dan jurusan itu masih ada dan banyak. Jadi ini bukan kesalahan di masa lalu, tetapi karena menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan. Akan kita tata ulang bidang ke depannya, misalnya, lebih bagus itu jurusan atau prodi coding atau pemrograman," kata Wikan saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (26/5/2022).
Kendati demikian, Wikan mengakui tidak mudah untuk menata ulang jurusan atau prodi. Pasalnya, sekolah termasuk SMK, berdasarkan Undang-Undang tentang Otonomi Daerah berada di bawah pemerintah daerah (pemda).
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan kolaborasi dengan pemda untuk menata ulang bidang keahlian SMK sesuai dengan peluang ekonomi digital serta kebutuhan daerah setempat.
Baca Juga: Kurikulum Merdeka Menjawab Tantangan Kebutuhan Talenta Digital
Menurut Wikan, jumlah peminat SMK meningkat, sehingga perlu diantisipasi jangan sampai siswa memilih jurusan yang tidak relevan lagi.
Selain menata ulang, Wikan menuturkan untuk menghasilkan SDM dari jurusan atau keahlian bidang digital ini seperti coding, DKV, dan lainnya ini, pihaknya telah berkolaborasi dengan industri agar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri didirikan SMK sesuai kebutuhan industri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




