"Tiki-taka" Porak-poranda, Brasil Juarai Piala Konfederasi

Senin, 1 Juli 2013 | 07:05 WIB
AH
B
Penulis: Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Brasil juara piala Konfederasi 2013
Brasil juara piala Konfederasi 2013 (EPA/ANTONIO Lacerda)

Rio de Janeiro - Bermain di hadapan lebih dari 73.000 orang di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, tim juara Piala Dunia (PD) 2010, Spanyol, tak mampu memainkan pola permainan tiki-taka yang terkenal, serta malah dipermalukan tim tuan rumah. Brasil sukses memenangi laga final itu sekaligus menjuarai Piala Konfederasi 2013, dengan skor 3-0.

Bukti dari rusaknya tiki-taka adalah kerapnya para pemain Spanyol kehilangan bola, baik itu terpotong umpan-umpannya maupun direbut oleh para pemain Brasil dengan gaya permainan free-flowing-nya. Meski secara umum Spanyol masih lebih unggul dalam penguasaan bola, nyatanya pula mereka tak menguasai intensitas serangan, bahkan missed dalam beberapa penyelesaiannya.

Gol-gol Brasil sendiri, sementara itu, sukses dicetak oleh Fred (menit ke-2) dan Neymar (44) di babak pertama, serta tambahan dari Fred (47) di awal babak kedua. Tampak bersemangat bahkan sejak upacara pengumandangan lagu kebangsaan, para pemain Brasil langsung tampil menghentak begitu peluit kick-off ditiupkan, hingga pertahanan Spanyol pun tak lama segera terancam oleh mereka.

Hanya berselang sekitar 1,5 menit sejak laga dimulai, gawang Spanyol akhirnya benar-benar langsung kebobolan. Bola berawal dari kiriman Hulk di sisi kanan penyerangan, langsung ke jantung pertahanan Spanyol, meski tak bisa disambut langsung oleh dua pemain yang ada di sana yaitu Fred dan Neymar.

Bola sempat lebih dulu memantul liar, sebelum akhirnya berada tepat di sisi badan Fred yang terjatuh usai mencoba menyundul bola. Sambil dalam posisi terbaring, sang penyerang klub Fluminense pun melesakkannya ke gawang Spanyol, melewati Iker Casillas. Maracana pun langsung bergemuruh menyambut gol tersebut.

Berikutnya, dengan kedudukan 1-0, pertandingan pun berlangsung lebih panas dan saling serang. Spanyol memang bukannya tampil tanpa peluang. Salah satu peluang terbaik Spanyol agaknya adalah di pengujung babak pertama, tepatnya di menit ke-41. Jordi Alba yang membawa bola dengan kencang, mampu menipu barisan pertahanan Brasil dan mengirim umpan matang kepada Pedro yang bebas memasuki kotak penalti Brasil.

Pedro sudah memiringkan badannya dan melepaskan tendangan mantap yang melewati kiper Julio Cesar. Namun saat itulah, David Luiz yang berlari kembali ke belakang usai gagal memblokir Alba, mampu tepat memotong jalur bola. Segenap tim dan pendukung Spanyol yang sudah sempat bersorak pun urung merasakan kegembiraan.

Ironisnya, tak lama usai peluang emas yang tak berbuah hasil itu, justru kemudian Brasil yang mampu menggandakan keunggulan mereka. Kali ini berkat kerja sama Neymar dengan Oscar, yang akhirnya mengirim balik umpan matang ke Neymar, sebelum sang pemain baru Barcelona menghujamkannya ke bagian dalam atas gawang Spanyol. Skor 2-0 ini pun bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Brasil kembali langsung tampil menyerang dan membahayakan daerah pertahanan Spanyol. Bak de javu, belum dua menit laga dimulai kembali, Fred lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi Spanyol dengan golnya. Jurang skor pun semakin lebar karenanya, yang membuat para pemain Spanyol perlahan tapi pasti kian frustrasi.

Memasuki menit ke-54, harapan seakan muncul bagi Spanyol, kala sebuah pelanggaran dilakukan Marcelo di kotak terlarang atas Jesus Navas. Sebuah hadiah tendangan penalti pun diberikan wasit kepada Spanyol, yang segera siap dieksekusi oleh Sergio Ramos. Namun nyatanya eksekusi itu pun gagal, karena bola tendangan Ramos malah hanya membentur tiang sebelah kanan gawang Cesar dan melebar.

Pertandingan lantas berjalan lebih cepat, dengan berbagai peluang yang nyatanya tak bisa diselesaikan dengan baik oleh kedua tim. Hingga kemudian di menit ke-68, kondisi tertekan tampak kian menggelayuti tim Spanyol, saat Gerard Pique harus diusir keluar dengan kartu merah lantaran pelanggaran keras terhadap Neymar.

Hanya saja, kondisi ini pun oleh Brasil tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal, terutama dalam menambah keunggulan, maupun dalam mengurangi perlawanan Spanyol secara keseluruhan. Terbukti sepanjang waktu berikutnya menuju akhir laga, Spanyol tetap mampu berusaha terus menekan demi mengejar ketinggalan.

Namun skor tak berubah sampai akhir pertandingan. Peluit panjang berbunyi, di sela-sela gemuruh publik Stadion Maracana yang sejak paruh babak dengan penuh kegembiraan mendendangkan seruan "o campeao voltou" alias "sang juara telah kembali".

Data pemenang Piala Konfederasi 2013

-Juara: Brasil

-Runners-up: Spanyol

-Peringkat ke-3: Italia

-Pemain Terbaik (Bola Emas): Neymar (Brasil)

-Pencetak Gol Terbanyak (Sepatu Emas): Fernando Torres (5 gol 1 assist - Spanyol)

-Kiper Terbaik (Sarung Tangan Emas): Julio Cesar (Brasil)

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon