Delon
Siapkan Banyak Hal Baru
Senin, 2 September 2013 | 09:59 WIB
Sebagai penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Indonesian Idol, nama Delon Thamrin cukup dikenal dan dipuja-puja. Menariknya ia menjadi bagian dari seri pertama ajang tersebut pada 2004 silam. Wajah dan suara pun sering mengisi berbagai acara dan sering tampil di televisi.
Di bidang musik, Delon sudah memiliki dua album studio bertajuk Bahagiaku dan Perasaanku. Selain di bidang musik, Delon juga sempat menjajal kebolehannya berakting dengan debut di sebuah film layar lebar berjudul Vina Bilang Cinta. Setelah itu, film layar lebar kedua Delon berjudul Dawai 2 Asmara.
Sejak menikah dengan wanita pujaannya, Yeslin Wang, pemilik nama lengkap Stanislaus Alexander Liauw Delon Thamrin ini memang jarang terdengar kabarnya. Ada apa gerangan? Berikut wawancara dengan pria berusia 35 tahun ini.
Akhir-akhir ini, Anda jarang terdengar kabarnya? Ada apa, apakah sedang menyiapkan lagu atau album sebagai amunisi baru untuk eksis?
Ya benar, saya memang sedang menyiapkan album baru yang seharusnya keluar awal tahun ini, tetapi meleset. Maka dari itu di akhir tahun 2013 ini wajib keluar. Saya dan pihak manajemen sepakat untuk mengeluarkan album baru saya tahun ini juga. Semua ini tinggal hitungan bulan saja. Kira-kira 3 bulan lagi.
Bagaimana persiapannya?
Persiapan sudah mencapai 90 persen. Menariknya, ini adalah album besar, karena berisi 12-13 lagu. Cukup banyak memang, 1 album dengan banyak lagu, tidak pada umumnya. Jadi memang agak lama persiapannya.
Untuk lagu baru ada beberapa, seperti Rahasiaku dan Dunia Tanpamu. Sementara untuk single yang akan menjadi jagoannya adalah Ajari Aku Tuhan ciptaan dari pihak label Nagaswara.
Masih di jalur pop?
Ya, saya masih tetap setia di jalur pop. Mungkin yang membedakan hanya keikutsertaan istri, Yeslin, dalam album baru ini. Ya selama ini kami telah mempersiapkannya secara matang.
Untuk itu, akan dilihat peluang ke depan bagaimana tanggapan pendengar musik Tanah Air. Kalau suka lagu duet kami yang berjudul Sejauh Apa Pun, rencananya akan dibuat video klip. Kalau biasa saja mungkin akan fokus pada single jagoan Ajari Aku Tuhan.
Anda dikenal dengan tipikal suara seriosa. Kalau istri bagaimana?
Mezzosopran. Dia (Yeslin) bisa menyesuaikan dan menyatu dengan suara saya kok. Dia optimistis bisa karena memang ada talenta dan bakat di dalam dirinya itu yang penting. Yang kusuka dari dia adalah Yeslin mau belajar cepat dalam olah vokal, bahkan belajar langsung dari penyanyi Maribeth hampir setahun ini.
Jadi ada niatnya menuju profesional untuk membentuk suara yang bagus, meskipun dia sibuk pada dunianya, yaitu sebagai pemain sinetron dan iklan. Sama-sama di dunia entertainment, tetapi beda jalur. Tapi saat masuk ke nyanyi cukup kaget juga. Tapi untungnya masih ada kaitannya dengan dunia seni.
Apa yang membedakan, album baru ini dengan sebelumnya?
Oh, jelas beda dong. Konsep album terbaru ini berbeda dengan konsep album sebelumnya. Album baruku ini lebih dewasa dibanding sebelumnya. Bedanya paling benar-benar memahami arti cinta dan ada duet dengan istri. Ha..ha..ha.
Sebagai penyanyi, Anda pasti memiliki rutinitas yang cukup padat. Bagaimana cara Anda melewatinya dan menjaga tubuh agar tetap sehat?
Kondisi badan saya sekarang dengan yang dulu berbeda. Terakhir-terakhir ini kondisi badan sudah tidak kuat alias mengantuk bila sudah jam 10-11 malam. Berbeda dengan sebelumnya. Tetapi saya tidak tahu juga apakah karena banyak menghabiskan waktu di depan komputer terus, karena biasanya kuat bisa sampai jam 12 malam atau 1 pagi kalau pas ada kerjaan. Untuk itu tidur lebih awal saja.
Jadi apa saja yang diterapkan?
Saya berhenti merokok. Ini kemauan sendiri. Tetapi memang saya diwanti-wanti oleh istri dan diberi foto akibat dari merokok. Dia browsing di internet dan menunjukkan pada saya. Akhirnya, saya berhenti total merokok.
Biasa kalau langsung berhenti, ada gejala. Apa yang Anda rasakan?
Ada, saya jadi sinting. Maksudnya saya jadi lebih gila makan. Makannya jadi nambah, termasuk ngemilnya banyak. Tapi badan tetap segini-segini saja, tidak gemuk. Mungkin ini faktor gen dari keluarga kali ya.
Bagaimana dengan pola makan?
Biasa saja. Apa yang dimasak istri, saya makan semua. Makan di rumah, kadang makan di luar juga. Makanan siap saji kadang-kadang saja kalau kangen. Sementara untuk olahraga paling lari di sekitar rumah 15 menit, kalau malas ke gym.
Tapi memang berhenti rokok itu sangat mempengaruhi badan yang yang jadi lebih positif dan lebih fresh.
Ditambah juga dengan buah-buahan. Kadang saya dibuatkan jus pepaya. Murni tanpa memakai gula. Pepaya diblender atau dipotong langsung makan. Kedua kesukaan lainnya adalah pir. Kadang suka dicekokin apel untuk antioksidan katanya. Kalau malam lapar, saya tidak mau makan mi instan karena tidak baik. Paling makan quaker oatmeal yang aman untuk perut atau buah seperti apel dan pisang saja. Lebih safety-lah.
Apa yang dilakukan ini untuk menjaga pita suara Anda?
Oh tidak juga. Saya termasuk orang yang jarang radang tenggorokan. Mungkin karena kualitas pita suara saya termasuk yang tebal. Kan ada orang yang tipis pita suaranya, dengan suara serak-serak. Itu mungkin orang yang bisa sering terkena radang tenggorokan. Bahkan minum air dingin saja tidak masalah. Rugilah hidup hanya sekali kalau tidak dinikmati. Selama ini tidak ada pantangan makan dalam hidup, bahkan terkadang minum wine juga yang katanya baik untuk tubuh, asal terkontrol.
Lalu bagaimana Anda menjaga kualitas suara?
Cukup latihan. Dengan mendengar up-date lagu-lagu barat apa yang sedang digemari dan top saat ini. Kemudian, melihat penampilan dari penyanyi pop dari luar negeri saat konser, seperti Robbie Williams. Ini jadi masukan saya. Bisa juga dari video. Kalau belajar dengan guru musik, sepertinya sudah tidak mungkin lagi ya. Sebaliknya saya yang harus mengajar, mungkin.
Bagaimana Anda me-marketing-kan diri sendiri?
Tahun 2013 ini saya sedang fokus untuk program mendapatkan anak. Ternyata saya meleset belum dapat. Jadi ya fokus pada keluarga. Mungkin market saya tidak muluk-muluk sebagai penyanyi yang hanya hadir di infotainment saja dan tak ada karya. Hanya meramaikan, apalagi sampai kasus-kasus. Jangan sampailah, lebih baik hasilkan prestasi.
Saya terbentuk dipilih dari jutaan orang, karena mereka memilih ingin melihat saya menghasilkan karya-karya hebat. Talenta yang diberikan Tuhan harus dikembangkan. Mungkin saya me-marketing-kan diri dengan cara mengeluarkan album. Masalah diterima atau tidak, semua diserahkan pada pasar.
Dalam berkarya, seseorang itu perlu persiapkan yang matang, agar hasilnya maksimal, apalagi hingga 13 lagu. Saya menunggu titik dan waktu yang tepat kapan harus keluarkan album. Ini adalah marketing juga, termasuk dengan memasukkan lagu lama daur ulang, seperti Negeri di Awan. Tetapi tidak ada satu pun lagu dari album kedua yang dimasukkan.
Dengan ramainya ajang pencarian bakat khususnya menyanyi, apa tanggapan Anda?
Ada ajang seperti itu bagus. Ternyata banyak sekali orang Indonesia yang berpotensi yang tak bisa bahkan tak ada kesempatan untuk muncul. Kasihan kan selama ini. Mungkin dengan berbagai ajang pencarian bakat, mereka bisa unjuk gigi untuk menyalurkan bakat dan menunjukkan kemampuan serta kreativitas.
Jadi ada wadah, sehingga bisa timbul penyanyi-penyanyi baru yang berkualitas sebagai generasi baru. Penyanyi juga perlu generasi selanjutnya. Ini bagus demi kemajuan musik Tanah Air dan perlu adanya penyegaran dalam seni. Mungkin akan ada lagi ajang-ajang selanjutnya dari yang sudah ada sekarang ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




