Golkar Merasa Tak Perlu Buat Kabinet Bayangan

Jumat, 28 Februari 2014 | 15:48 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) di dampingi Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga (kanan), dan sejumlah pengurus partai  Golkar tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, Minggu (20/10).
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) di dampingi Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga (kanan), dan sejumlah pengurus partai Golkar tiba di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, Minggu (20/10). (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Partai Golkar merasa tak perlu menyiapkan skema kabinet bayangan seperti yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politikus teras Golkar sekaligus Menteri Perdagangan M.S. Hidayat menilai selama ini selalu ada representati partainya di kabinet sebagai bagian dari partai koalisi.

"PDIP itu 10 tahun sudah jadi (partai) oposisi, saya kira sudah berkeinginan kuat untuk masuk pemerintahan," kata M.S. Hidayat di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2).

"Kalau Golkar kan setiap pemerintahan ada, jadi tidak mengambil posisi sejelas itu," lanjutnya.

Hal yang menjadi fokus bagi partainya kata dia adalah memenangkan pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April kemudian pemilihan presiden pada bulan Juli mendatang.

"Kalau tanda-tanda (menang) itu sudah dimungkinkan, baru menyusun itu (kabinet)," kata dia lagi.

Sebagaimana PDIP, Golkar juga ingin memenangkan Pemilu. Namun masing-masing memiliki strategi tersendiri. Hanya menurut M. S. Hidayat, Golkar tak perlu menyusun kabinet sebelum Pemilu.

"Kalau di Pemilihan Umum bersaing ketat itu biasa, tapi di balik itu biasanya ada skenario yang ingin diungkapkan," imbuh dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon