Marzuki Alie Sakit Hati Partai Demokrat Terus Dicurigai
Selasa, 8 April 2014 | 19:47 WIB
Jakarta - Ketua DPR RI, yang juga Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie, mengaku agak sakit hati bila partainya dianggap mendapat keuntungan jelang pemilu 2014 dari dana bantuan sosial (bansos).
Marzuki mengatakan bahwa bansos adalah kewenangan di eksekutif sesuai tingkatannya. Maka kalaupun ada yang diuntungkan, mereka adalah pihak yang membagikannya. Kalau di kabupaten/kota, yang diuntungkan adalah bupati atau walikota, yang umumnya dari non PD.
Kalau dari kementerian, maka dibagi Kemsos yang dipegang PKS, Kemnag yang dipegang PPP, Kemkokesra yang dipegang Golkar.
"Dimana untungnya PD? Kami ini partai pemerintah, tapi tidak bisa menggunakan kekuasaan itu. Sehingga kantor DPP saja masih menumpang, uang saksi saja harus urunan caleg," kata Marzuki dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Selasa (8/4).
"Kami merasa sakit hati, selalu dituduh dengan berbagai macam tuduhan, padahal yang menikmati adalah pemain-pemain lama yang sudah mengakar."
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo menanggapi pernyataan Marzuki itu dengan menyatakan bahwa dirinya sepakat dengan Marzuki. Sebab kondisi sebelum pileg 2014 sangat berbeda dengan pemilu 2009, dimana PD menang hingga di atas 20 persen, setelah di 2004 hanya 6 persenan.
"PD tidak diuntungkan oleh bansos. Saya keliling ke banyak dapil dan tidak melihat hal tersebut. Beda sekali dengan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) di 2009," kata Dradjad.
Marzuki berkilah, memang tak dapat dipungkiri pada 2009 banyak program prorakyat yang bersumber bansos, tapi tetap saja yang membagikan adalah kementerian dan kepala daerah
Menurutnya, iklan politik yang masiflah yang membuat PD menang di 2009.
"Itu dicontoh Hanura dan Golkar, termasuk Nasdem dengan media yang mereka punya," klaim Marzuki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




