193.079 Warga Bengkulu Belum Lakukan Perekaman e-KTP
Sabtu, 4 November 2017 | 08:33 WIB
Bengkulu - Sebanyak 193.079 jiwa dari 1.400.737 warga Bengkulu yang wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP), sampai awal November 2017 ini, belum melakukan perekaman data e-KTP di kantor kecamatan setempat tanpa alasan yang jelas.
Warga Provinsi Bengkulu, wajib memiliki KTP yang belum melakukan rekam data e-KTP tersebut, tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu, M Ikhwan, di Bengkulu, Jumat (3/11) membenarkan hal tersebut. "Saat ini ada sebanyak 193.079 warga Bengkulu, belum melakukan rekam data e-KTP. Mereka tersebar di 10 kabupaten dan kota," ujarnya.
Dijelaskan, warga yang belum melakukan rekam data e-KTP terbanyak di Kabupaten Rejang Lebong tercatat sebanyak 29.457 jiwa, disusul Kota Bengkulu 21.693 jiwa, Lebong sebanyak 20.624 jiwa, Seluma 19.960 jiwa, dan Bengkulu Tengah sebanyak 7.652 jiwa.
Selanjutnya Kabupaten Kepahiang sebanyak 11.954 jiwa, Kaur 15.164 jiwa, Bengkulu Utara 6.957 jiwa, Bengkulu Selatan sebanyak 5.340 jiwa dan Kabupaten Mukomuko sebanyak 278 jiwa.
Ikhwan menambahkan dari 1.261.686 jiwa warga Bengkulu, yang sudah merekam data e-KTP dan telah mendapatkan e-KTP sebanyak 1.204.388 jiwa, sudah mereka data dan siap cetak KTP sebanyak 37.467 jiwa dan sudah direkam tapi belum dicetak sebanyak 42.842 jiwa.
"Jadi, total warga Provinsi Bengkulu, yang belum melakukan perekaman data e-KTP tinggal sekitar 9,9 persen dari 1,4 juta lebih warga wajib KTP di daerah ini. Kita upayakan target perekaman e-KTP dapat dituntaskan secepatnya," ujarnya.
Demikian pula warga yang sudah merekam, tapi belum dapat e-KTP akan dituntaskan secepatnya pada 2017 ini dengan menambahkan pendistribusian blangko e-KTP ke masing-masing kabupaten dan kota di Bengkulu.
"Saat ini kita sudah menyebarkan sebanyak 91.500 keping blangko e-KTP ke sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu. Kita berharap blangko e-KTP yang kita sebar ini segera dicetak oleh masing-masing Dukcapil, sehingga warga yang sudah mendapat e-KTP jumlah bertambah," ujarnya.
Demikian pula bagi warga yang belum melakukan rekam e-KTP segera dilakukan sekarang, karena jika batas waktu perekaman habis, maka warga akan kesulitan untuk memperoleh KTP ke depan.
Ikhwan menegaskan, jika warga tidak memiliki e-KTP, status warganegaraanya atau WNI tidak jelas, tidak diakui sebagai WNI, tidak bisa mendapatkan pelayanan publik dari pemerintah atau lembaga lainnya, tidak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak bisa memberikan hak suara pada pemili legislatif dan pilkada.
"Jadi, cukup banyak kerugian yang dialami masyarakat bila tidak memiliki e-KTP. Karena itu, Dukcapil Bengkulu minta warga yang belum merekam data e-KTP segera melaksanakanya di kantor kecamatan setempat," ujarnya.
Dengan demikian, pada awal tahun 2018 mendatang, seluruh warga Bengkulu, wajib KTP sudah melakukan rekam data e-KTP di kantor kecamatan setempat, sehingga program e-KTP dapat dituntaskan dengan pada pertengahan tahun depan, katanya.
Dukcapil Bengkulu juga mengimbau petugas Dukcapil kabupaten dan kota untuk melakukan aksi jemput bola ke masyarakat untuk menuntaskan program rekam data e-KTP di masing-masing daerah.
"Kita minta petugas Dukcapil kabupaten dan kota mendatangi rumah warga yang belum rekam data e-KTP, sehingga mereka tergerak mendatangi kantor kecamatan setempat untuk merekam data," ujarnya.
Selain itu, alat rekam e-KTP yang ada di masing-masing kantor kecamatan agar dirawat dengan baik, sehingga ketika warga hendak mereka alat tidak rusak. Sebab, masih tingginya angka warga Bengkulu, belum rekam data e-KTP karena alat perekam yang ada di kantor kecamatan lebih banyak rusak dari pada baik, katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




