92 Pengawas Pemilu Meninggal, Cacat Tetap 14 Orang
Jumat, 3 Mei 2019 | 19:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengatakan, jumlah total pengawas pemilu yang meninggal dunia mencapai 92 orang, terdiri dari 74 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.
"Kemudian kami klasifikasi dari yang meninggal 92 orang ini yang usianya di bawah 30 tahun ada 9 orang kemudian usianya antara 30-40 tahun kurang lebih 78 orang, kemudian usia 50-60 kurang lebih ada 5 orang," kata Abhan di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) petang.
Abhan menyebut, berdasarkan data Bawaslu, terdapat beberapa petugas yang mengalami musibah dengan berbagai kondisi. Pertama petugas yang rawat inap berjumlah 398 orang. Rawat jalan sebanyak 1.592 orang. Yang mengalami kecelakaan dalam menjalankan tugas ada 250 orang.
"Petugas Bawaslu yang mengalami kekerasan 20 orang, cacat tetap ada 14 orang, mengalami keguguran kandungan karena menjalankan tugas pengawasan ada 14 orang dan cedera ada 18 orang," ujar Abhan.
Bawaslu RI secara simbolis telah memberikan santunan kepada 92 pengawas pemilu yang meninggal saat melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilu 2019.
Menurut Abhan, sesuai surat keputusan Kemenkeu bagi yang meninggal dunia menerima santunan maksimal Rp 36 juta, cacat permanen maksimal Rp 30,8 juta, mengalami luka berat maksimalRp 16,5 juta, dan luka ringan maksimal 8,25 juta.
"Anggaran ini adalah anggaran negara. Selain santunan yang sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan, hasil donasi kami dari internal Bawaslu dari sekretariat dan hadirin semuanya, tambahan sudah terkumpul dari kami," ujar Abhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




