ZAP Beauty Index 2020

Mengintip Standar Kecantikan di Setiap Generasi

Kamis, 23 Januari 2020 | 23:04 WIB
DA
FH
Penulis: Dina Fitri Anisa | Editor: FER
CEO ZAP, Fadly Sahab sedang memaparkan isi survey yang terdapat di ZAP Beauty Index 2020.?
CEO ZAP, Fadly Sahab sedang memaparkan isi survey yang terdapat di ZAP Beauty Index 2020.? (Beritasatu Photo/Dina Fitri Anisa)

Jakarta, Beritasatu.com - Standar dan kebutuhan kecantikan selalu berubah di setiap generasi. Hal tersebut dibuktikkan oleh ZAP Beauty Index 2020 yang bekerja sama dengan MarkPlus Institute dengan melakukan metode online survey kepada 6.420 responden perempuan di 35 kota Indonesia pada Juli hingga September 2019.

CEO ZAP, Fadly Sahab mengatakan, survei ini mencakup dari perilaku tiga generasi berbeda di dunia kecantikan yakni Gen X (45-65 tahun), Gen Y (23-44 tahun), dan Gen Z (13-22 tahun). Dirinya pun menjelaskan bahwa, survei ini merangkum berupa fakta, pengalaman para responden dalam melakukan berbagai perawatan kecantikan.

"Hal ini sekaligus bentuk kontribusi kami terhadap industri kecantikan dengan menyajikan data-data yang dapat menjadi acuan, sebab saat ini masih sedikit riset yang khusus di sektor kecantikan Indonesia. Hasil riset ini juga menentukan arah perkembangan bisnis ke depan dalam membidik segmen konsumen," ujar Fadly dalam konferensi pers ZAP Beauty Index 2020, beberapa waktu lalu.

Zap Beauty Index 2020 memotret definisi 'cantik' di mata perempuan Indonesia yang dijelaskan dalam segmen Beauty Beyond Words. Jika ZAP Beauty Index sebelumnya menemukan 40,9 persen perempuan mendefinisikan cantik adalah bertubuh sehat dan bugar (fit), definisi ini mulai bergeser pada tahun ini.

Sebesar 46,7 persen responden mendelinisikan 'cantik' berarti memperindah penampilan secara keseluruhan atau biasa disebut dengan well-dressed. Namun yang pasti, memiliki kulit cerah atau glowing masih menjadi definisi cantik secara umun di mata sebagian besar perempuan Indonesia (82,5 persen) dewasa ini.

Chief Operation, MarkPlus Institute, Yosanova Savitry pun menjelaskan, sejalan dengan pendapat sebagian besar wanita Indonesia mengenai arti 'cantik' versi mereka, sebanyak 69,6 persen wanita menginginkan produk perawatan dan kecantikan yang dapat mencerahkan kulit mereka. Namun, kebutuhan akan produk perawatan kecantikan bagi setiap generasi wanita Indonesia memiliki perbedaan.

"Bagi Gen Z yang sedang mengalami permasalahan kulit remaja, produk kecantikan yang dapat mencerahkan kulit dan mengobati jerawat adalah produk yang paling mereka cari. Tidak terlalu berbeda bagi Gen Y, mereka pun menginginkan produk kecantikan yang bisa mencerahkan dan menyamarkan pori-pori pada kulit. Sedangkan untuk Gen X, yang paling mereka cari adalah produk yang menawarkan solusi anti-aging dan bisa mencerahkan kulit mereka," jelas Yosanava.

Yosanava menambahkan, mengenai kebutuhan dan produk perawatan kecantikan, rupanya kini sudah tidak terpaku oleh persoalan harga. Wanita Indonesia sudah lebih teliti dalam memilih produk kecantikan yang akan mereka gunakan. Kemudahan dalam mengakses informasi menjadi salah satu faktor yang menjadikan wanita menjadi lebih teredukasi ketika memilih produk-produk kecantikan.

"Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, wanita masa kini dapat dengan mudah mencari dan bertukar informasi terkait produk-produk skincare yang dijual di pasaran baik melalui forum diskusi maupun media sosial," jelasnya.

Ulasan produk kecantikan yang didapat di media sosial memberikan dorongan (64,7 persen) kepada wanita untuk memutuskan membeli sebuah produk kecantikan. Faktanya, ulasan produk memiliki pengaruh paling besar pada Gen Z (70,9 persen) dan memiliki pengaruh paling kecil pada Gen X yang hanya sebesar 45,3 persen.

"Sebagai generasi yang lahir di era digital, generasi Z terkenal memiliki berbagai karakter unik yang membedakannya dengan generasi-generasi lain. Salah satunya, mereka memiliki pengeluaran belanja produk kecantikan yang tinggi, dimana hampir seluruh pengeluaran generasi Z dibelanjakan untuk perawatan kecantikan. Mereka lebih percaya diri menggunakan teknologi, bahkan lebih dari separuh (64,2 persen) generasi Z nyaman berbelanja produk kecantikan di e-commerce," jelasnya.

Dirinya pun merinci, dari pemasukan per bulan yang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000, para wanita Gen Z mengeluarkan seluruh pemasukan mereka untuk kecantikan. Rata-rata pengeluaran belanja bulanan Gen Z adalah sebesar Rp 200.001 hingga Rp 499.999 untuk fesyen, dan Rp 1.000.000 sampai Rp 2.999.999 untuk berbagai perawatan kecantikan.

Sedangkan bagi Gen Y atau generasi millennial, dengan pemasukan yang berkisar antara Rp 6.000.000 hingga Rp 10.000.000, biasanya menghabiskan Rp 500.000 sampai Rp 999.999 untuk fesyen, dan lebih dari Rp 2.000.000 untuk perawatan kecantikan mereka di tiap bulannya.

Cukup berbeda dengan Gen X yang memiliki kisaran pemasukan lebih dari Rp 20.000.000 per bulannya, mereka memilih untuk mengalokasikan Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 untuk fesyen, dan Rp 500.000 hingga Rp 999.999 untuk berbelanja produk kecantikan serta pergi ke klinik kecantikan agar wajah mereka tetap terawat dan terjaga.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon