Strategi Pengusaha Karpet Bertahan di Masa Pandemi
Minggu, 16 Agustus 2020 | 20:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu toko karpet yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia adalah Al Barkat Oriental Carpets.
Baca Juga: Aplikasi iWareBatik Diluncurkan di Swiss
Al-Barkat Oriental Rugs and Carpets atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Barkat Carpets, mempunyai reputasi terbaik di Indonesia. Pasalnya, produk yang tawarkan toko ini, merupakan karpet dengan kualitas nomor satu.
Selain kualitas yang ditawarkan, toko yang sudah berdiri 12 tahun itu juga dikenal sebagai tempat para tokoh dan selebritas memesan produk karpet impor. Sebut saja misalnya, Titi Kamal, Christian Sugiono, Airlangga Hartarto dan Guruh Soekarno Putra.
Owner Al-Barkat Carpets, Atta Ul Karim, mengatakan, terjun di usaha karpet berawal dari permintaan sang ayah, Malik Masood Ahmad, yang sudah lama tinggal di Indonesia dan menjadi pengusaha karpet. Setelah mendapatkan pengetahuan dan product knowledge yang lengkap tentang karpet, dirinya memutuskan untuk fokus mengembangkan bisnis Al-Barkat Carpets.
"Sejak pertama kali datang ke Indonesia yang awalnya hanya punya satu toko, sekarang sudah memiliki 27 cabang di Indonesia. Saya ikut terjun karena ke bisnis karpet karena permintaan ayah, dan diajarkan semua seluk beluk tentang karpet dan bagaimana cara menghadapi pasar dan pelanggan," ujar Atta dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Minggu (16/8/2020).
Baca Juga: Gerakan #LocalsUnite Bangkitkan Pamor Brand Lokal
Atta mengatakan, produk karpet yang dijual kebanyakan impor dari Pakistan, Turki, Iran, Afghanistan. Pasalnya, setiap negara mempunyai kelebihan masing masing, harga jual yang berbeda dan konsumen yang berbeda-beda. Selain itu, Al-Barkat Carpets juga menyediakan karpet masjid dan karpet meteran untuk kebutuhan kantor, hotel dan rumah.
"Kami mempunyai koleksi karpet yang lengkap dan menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan seperti handmade atau rajutan tangan, jenis sutra maupun wool. Untuk produk ini, didatangkan dari Pakistan, Iran, dan Turki. Kemudian, ada juga produk machine made yang berasal dari Mesir dan Iran," paparnya.
Atta menjelaskan, harga karpet yang ditawarkan bervariasi, tergantung produknya. Ada yang jutaan dan juga hingga miliaran rupiah. Menyoal omzet, tidak bisa diperkirakan karena tergantung pemesanan dan permintaan.
"Biasanya konsumen Indonesia paling suka karpet yang bagus dan murah seperti karpet dari Turki dan Iran. Sementara, kalangan kolektor dan pencinta karpet, yang dicari justru handmade yang harganya ratusan juta," jelasnya.
Baca Juga: Naisha Buka Peluang Usaha di Masa Pandemi
Menurut Atta, selama masa pandemi virus corona (Covid-19) ini, tingkat penjualan karpet tetap stabil. "Pandemi Covid-19 ini menyimpan hikmah yaitu agar manusia dan bumi beristirahat. Apapun kondisinya, saya selalu bersyukur dalam hal apapun. Kalau kita tetap bersyukur dari hati, pasti rejeki ada terus," tandasnya.
Atta menambahkan, selain menyediakan berbagai pilihan jenis karpet, Al Barkat Carpets juga membuka layanan perawatan serta pencucian karpet.
"Salah satu yang menjadi kelebihan Al-Barkat Carpets adalah layanan perawatan karpet. Namun, jika konsumen ingin merawat karpetnya sendiri, maka tipsnya adalah rutin melakukan perawatan tiga kali seminggu dengan dijemur selama 5 menit," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




