VIDEO: Musim Panas, Waktu Cari Hantu di Korsel
Kamis, 6 September 2012 | 15:38 WIB
Salah satu kawasan yang banyak didatangi pemburu hantu adalah Desa Yongin.
Di Indonesia hantu adalah makhluk yang paling ditakuti. Tapi di Korea Selatan, hantu justru diburu.
Tepatnya pada musim panas ini, memburu hantu menjadi kegiatan paling populer bagi kaum muda Negeri Gingseng.
Mereka percaya, memburu hantu dapat mendinginkan suhu tubuh mereka yang kepanasan akibat suhu tinggi.
Salah satu kawasan yang banyak didatangi pemburu hantu adalah Desa Yongin. Tempat terpencil itu berada di Selatan Kota Seoul.
Di desa tersebut, para pemburu dapat mengunjungi rumah berhantu di taman hiburan dan menonton film horor. Di desa itu, para pengunjung juga dapat sesuka hati berpakaian seperti hantu.
Seorang pengunjung, Na (25) mengaku sangat menikmati suasana horor di Desa Yongin.
"Tadinya saya datang ke sini hanya untuk melawan hawa panas. Tetapi ini jauh lebih menarik dan menakutkan dari apa yang saya kira. Jantung saya berdebar dengan kencang. Saya tidak dapat tidur nyenyak malam ini," ujarnya.
Sementara itu, Baek Moonim, Profesor Yonsei Univeristy menjelaskan bahwa di musim panas, para hantu atau gwshin dalam bahasa Korea semakin banyak. Hantu-hantu yang terperangkan di bumi itu berkeliaran ke pedesaan.
"Di Korea ada hantu yang sangat menakutkan. Yaitu hantu perawan. Hantu itu memiliki rambut panjang dengan pakaian putih sobok (pakaian berkabung tradisional Korea). Hantu itu selama bertahun-tahun memberi peringatan kepada manusia," ujarnya.
Tak cuma Korsel, tradisi memburu hantu juga populer di Jepang. Di Negara Matahari Terbit itu, memburu hantu dikaitkan dengan ajaran Budha yang memandang Agustus sebagai waktu bagi roh leluhur untuk kembali berkunjung.
Di Indonesia hantu adalah makhluk yang paling ditakuti. Tapi di Korea Selatan, hantu justru diburu.
Tepatnya pada musim panas ini, memburu hantu menjadi kegiatan paling populer bagi kaum muda Negeri Gingseng.
Mereka percaya, memburu hantu dapat mendinginkan suhu tubuh mereka yang kepanasan akibat suhu tinggi.
Salah satu kawasan yang banyak didatangi pemburu hantu adalah Desa Yongin. Tempat terpencil itu berada di Selatan Kota Seoul.
Di desa tersebut, para pemburu dapat mengunjungi rumah berhantu di taman hiburan dan menonton film horor. Di desa itu, para pengunjung juga dapat sesuka hati berpakaian seperti hantu.
Seorang pengunjung, Na (25) mengaku sangat menikmati suasana horor di Desa Yongin.
"Tadinya saya datang ke sini hanya untuk melawan hawa panas. Tetapi ini jauh lebih menarik dan menakutkan dari apa yang saya kira. Jantung saya berdebar dengan kencang. Saya tidak dapat tidur nyenyak malam ini," ujarnya.
Sementara itu, Baek Moonim, Profesor Yonsei Univeristy menjelaskan bahwa di musim panas, para hantu atau gwshin dalam bahasa Korea semakin banyak. Hantu-hantu yang terperangkan di bumi itu berkeliaran ke pedesaan.
"Di Korea ada hantu yang sangat menakutkan. Yaitu hantu perawan. Hantu itu memiliki rambut panjang dengan pakaian putih sobok (pakaian berkabung tradisional Korea). Hantu itu selama bertahun-tahun memberi peringatan kepada manusia," ujarnya.
Tak cuma Korsel, tradisi memburu hantu juga populer di Jepang. Di Negara Matahari Terbit itu, memburu hantu dikaitkan dengan ajaran Budha yang memandang Agustus sebagai waktu bagi roh leluhur untuk kembali berkunjung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




