ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasil Autopsi Ungkap Wartawan di Jombang Tewas karena Tembakan di Dada

Sabtu, 16 September 2023 | 10:40 WIB
DF
R
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: RZL
Jasad Sapto Sugiyono, wartawan di Jombang yang dibunuh tetangganya, setelah diautopsi di RSUD Jombang.
Jasad Sapto Sugiyono, wartawan di Jombang yang dibunuh tetangganya, setelah diautopsi di RSUD Jombang. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Jombang, Beritasatu.com – Satreskrim Polres Jombang, Jawa Timur mengungkap hasil autopsi jasad Sapto Sugiyono, wartawan media online kabarposisi.net, yang tewas dibunuh tetangganya sendiri Muhammad Hasan Syafi i alias Daim. Hasil autopsi tim forensik di RSUD Jombang menyatakan korban meninggal dunia karena tembakan peluru senapan angin yang menembus dada hingga paru-paru dan bersarang di tulang belakang.

Perisitwa penembakan itu terjadi di Jalan KH Mimbar Gang V Nomor 5 Dusun Sambongduran, Desa Sambongdukuh, Jombang, Jawa Timur, Kamis (14/9/2023) pukul 21.00 WIB. Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto mengatakan setelah dilakukan autopsi, diketahui korban meninggal dunia karena tembakan peluru senapan angin yang ditembakkan tersangka dari jarak dekat.

"Setelah dilakukan autopsi mulai jam 1 siang sampai jam 3 sore kemarin, hasil autopsi korban meninggal dunia karena tertembus peluru senapan angin di bagian dada, menembus paru bagian kanan,hingga bersarang di tulang belakang. Jadi luka tembak inilah yang menyebabkan korban meninggal," kata AKP Aldo, Sabtu (16/9/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan korban meninggal, karena luka di dada dan banyak mengeluarkan darah. Ditambah lagi karena hantaman palu.

"Selain luka tembak, hasil autopsi juga menemukan adanya luka di bagian kepala, karena dipukul palu berungkali," ungkap Aldo.

Menurut Aldo, pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban ini karena dendam pribadi tersangka kepada korban. Dari dendam itulah tersangka mempunyai niat membunuh korban dengan cara ditembak senapan angin dengan peluru berkaliber 4,5 milimeter.

"Tersangka menyiapkan senapan angin sejak Agustus 2023," ucapnya.

Hingga saat ini Polisi masih mendalami keterangan tersangka. Polisi juga berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka.

"Kondisi kejiwaan tersangka juga terguncang setelah melakukan pembunuhan. Nanti akan kami datangkan psikolog dan jadwalkan pemeriksaan kejiwaan," pungkas Aldo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon