ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Balita Tewas Terpanggang Saat Kebakaran Rumah di Berau

Senin, 28 Juli 2025 | 09:58 WIB
FA
HH
Penulis: Fuad Iqbal Abdullah | Editor: HP
Seorang balita tewas terpanggang saat kebakaran melanda rumah di Berau, pada Minggu, 27 Juli 2025 sore.
Seorang balita tewas terpanggang saat kebakaran melanda rumah di Berau, pada Minggu, 27 Juli 2025 sore. (Beritasatu.com/Fuad Iqbal Abdullah)

Berau, Beritasatu.com - Suasana duka menyelimuti warga Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, setelah musibah kebakaran rumah mengakibatkan seorang balita berusia 2 tahun tewas terpanggang.

Bocah laki-laki berinisial ZA itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar, dengan luka bakar 100% di seluruh tubuhnya.

Musibah kebakaran di Berau ini terjadi pada Minggu (27/7/2025) sore, tepatnya di kawasan perkebunan di Jalan Poros Biatan–Talisayan. Rumah tempat kejadian perkara terbuat dari bahan kayu, dan kencangnya hembusan angin membuat si jago merah dengan cepat melalap seluruh bangunan.

ADVERTISEMENT

Saat api mulai membesar, di dalam rumah terdapat tiga orang, seorang ayah dan dua anaknya yang tengah tertidur. Seorang warga yang kebetulan melintas melihat kepulan asap dan kobaran api dari belakang rumah, lalu bergegas masuk untuk membangunkan penghuni rumah.

Namun, nahas hanya dua dari tiga orang tersebut yang berhasil menyelamatkan diri. ZA, balita malang itu terjebak dalam kobaran api yang telah membesar.

Diduga karena panik dan situasi yang sangat mendesak, sang ayah tak sempat kembali menyelamatkan putra bungsunya.

“Yang punya rumah sedang tidur bersama anak-anak. Saat teriak diberi tahu warga, satu anak bisa diselamatkan, tapi yang satu tidak sempat karena sedang tertidur juga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, saat ditemui di Kantor BPBD Berau, Senin (28/7/2025) pagi.

Menurut Masyhadi, salah satu kendala dalam upaya penyelamatan adalah jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari posko BPBD terdekat.

“Jarak dari posko sekitar 30 kilometer. Saat kami menerima laporan, api sudah sangat besar dan sulit dikendalikan,” jelasnya.

Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman umum setempat. Warga sekitar berharap tragedi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mereka meminta agar jumlah posko pemadam kebakaran ditambah, terutama di daerah terpencil atau sulit dijangkau, untuk mencegah agar kejadian serupa tak terulang.

Kematian tragis balita dalam musibah kebakaran di Berau ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya kesiapsiagaan penanggulangan bencana, terutama di kawasan dengan akses terbatas.

Kejadian ini juga menyoroti perlunya penambahan posko BPBD di wilayah rawan, agar tidak ada lagi korban jiwa yang harus terenggut dalam kondisi menyedihkan seperti balita yang tewas dalam kebakaran di Berau ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT