Penyebab Gedung Pesantren di Aceh Ambruk ke Sungai Saat Banjir Raya
Kamis, 27 November 2025 | 07:32 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Gedung asrama Dayah (Pondok Pesantren) Najmul Hidayah Al-Aziziyah di Meunasah Subung Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh ambruk ke Sungai Batee Iliek akibat longsor. Kejadian itu terjadi di tengah banjir besar melanda wilayah tersebut, Rabu (26/11/2025), dan viral di media sosial.
"Alhamdulillah, tidak ada korban, karena santri sudah diungsikan dari semalam ke masjid pesantren, Allah Maha Kuasa," kata Pembina Dayah Najmul Hidayah Al-Aziziyah Teungku Adli Abdullah dikutip dari Antara, Kamis (27/11/2025).
Adli menyampaikan lokasi bangunan asrama putra di dayah yang dipimpin oleh Teungku Tarmizi M Daud Al-Yusuf atau Waled Ar tersebut memang berada di tepi Krueng (Sungai) Batee Iliek. Kemudian, karena arus yang deras, pengaman tebing sungai hancur hingga berujung ambruknya gedung.
"Longsor disebabkan batu gajah yang dipasang (pengaman tebing sungai) tidak sesuai," ujarnya.
Ia menuturkan tebing sungai di sana yang dibangun menggunakan batu gajah itu dipastikan tidak sesuai, karena sudah pernah diproses hukum, terpidananya sudah menjalani hukuman.
"Tembok pengaman sungai dibangun tahun 2016, dan pernah bermasalah jebol karena banjir bandang yang melanda sungai Krueng Batee Iliek," katanya.
Ia memperkirakan kerugian materi akibat robohnya bangunan asrama pesantren tersebut mencapai Rp 6 miliar lebih.
Ia menjelaskan para santri saat ini sudah mengungsi ke masjid dayah setempat, mereka sudah dievakuasi sebelum bangunan runtuh. Kini, mereka kehilangan tempat tinggal, pakaian dan peralatan lainnya.
Adli menegaskan untuk pesantren saat ini membutuhkan penanganan darurat dari pemerintah, khususnya dapur umum dan pakaian untuk digunakan santri.
"Kita butuh dapur darurat dan pakaian pengganti bagi santri yang menghuni asrama ini mencapai 329 orang," kata Adli.
Diketahu, banjir besar disertai longsor melanda 12 dari 23 kabupaten dan kota di Aceh. Dua orang dilaporkan tewas dan ribuan warga mengungsi. Aceh sudah menetapkan status darurat bencana banjir.
Daerah yang dilanda banjir, adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




