70 Huntara Korban Banjir Pidie Jaya mulai Dibangun BNPB
Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:38 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun 70 unit hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Pembangunan huntara tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pembangunan huntara di Pidie Jaya dilakukan secara bertahap dan tersebar di tiga lokasi berbeda. Saat ini, tahapan awal pembangunan telah dimulai dengan proses pembersihan lahan.
“Pembangunan dimulai dengan pembersihan lahan. Pembangunan dikerjakan TNI dan bahan bakunya sedang dalam perjalanan. Pengerjaan bangunan mulai beberapa hari mendatang,” ujar Abdul Muhari di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, total luas lahan yang digunakan untuk pembangunan 70 unit huntara tersebut mencapai 1,66 hektare. Seluruh huntara ini dirancang untuk menampung 350 keluarga korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal.
Dari tiga lokasi pembangunan, dua lokasi berada di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua. Masing-masing lokasi akan dibangun 17 unit huntara yang diperuntukkan bagi 85 keluarga, dengan luas lahan sekitar 3.500 meter persegi per lokasi.
Sementara itu, satu lokasi lainnya berada di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, dengan pembangunan 36 unit huntara untuk 180 keluarga. Lahan yang digunakan di titik ini memiliki luas sekitar 9.500 meter persegi.
Selain di Pidie Jaya, BNPB juga mencatat progres pembangunan huntara di wilayah lain yang terdampak banjir di Aceh. Di Kabupaten Pidie, sebanyak 12 unit huntara telah mulai dikerjakan. Lahan yang digunakan merupakan tanah desa di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse.
“Pembiayaan pembangunan huntara tersebut menggunakan belanja tidak terduga atau BTT Pemerintah Kabupaten Pidie,” katanya.
Adapun di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan huntara masih dalam tahap perencanaan. BNPB mengusulkan pembangunan huntara di lima lokasi pada lima kecamatan dengan total luas lahan mencapai 8,4 hektare. Saat ini, lahan tersebut masih dalam proses kajian, terutama terkait aspek mitigasi bencana dan kepemilikan lahan.
Abdul Muhari menambahkan, sejumlah daerah lain di Aceh juga telah mengajukan usulan pembangunan huntara. Kabupaten Gayo Lues mengusulkan lahan seluas lima hektare di 13 lokasi, Kabupaten Aceh Tengah mengusulkan 13 lokasi, sementara Kabupaten Aceh Tamiang mengajukan pembangunan di satu lokasi.
Pembangunan huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




