ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kedubes Spanyol Minta Pencarian Korban KM Putri Sakinah Dilanjutkan

Rabu, 7 Januari 2026 | 23:55 WIB
AK
RA
Penulis: Albertus Pepi Kurniawan | Editor: RP
Operasi pencarian jenazah korban tenggelamnya KM Putri Sakinah diperpanjang hingga Jumat 9 Januari 2026.
Operasi pencarian jenazah korban tenggelamnya KM Putri Sakinah diperpanjang hingga Jumat 9 Januari 2026. (Istimewa/Basarnas)

Labuan Bajo, Beritasatu.com – Kedutaan Besar Spanyol meminta agar operasi pencarian korban tragedi kapal karam KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 di Labuan Bajo yang menewaskan empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol diperpanjang. Dari empat korban, satu jenazah belum berhasil ditemukan.

Permintaan ini secara resmi dilayangkan Kedutaan Besar Spanyol melalui surat resminya yang diterbitkan pada Rabu (7/1/2026). Pihak kedutaan menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi lebih lanjut jika diperlukan.

Surat resmi dari Kedutaan Besar Spanyol - (Istimewa/-)
Surat resmi dari Kedutaan Besar Spanyol - (Istimewa/-)

Menanggapi permintaan tersebut, tim SAR gabungan resmi memperpanjang pencarian satu WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, selaku SAR mission coordinator, menjelaskan perpanjangan pencarian dilakukan selama dua hari dimulai pada Kamis (8/1/2026) hingga Jumat (9/1/2026).

"Perpanjangan operasi SAR hingga dua hari mulai 8-9 Januari 2026 ini dilaksanakan dengan adanya penemuan korban ketiga pada Selasa (6/1/2026). Surat permintaan perpanjangan operasi SAR dari Kedubes Spanyol,” tutur Fathur.

ADVERTISEMENT

Pada pencarian hari ke‑13, tim SAR gabungan memulai operasi sejak pukul 06.30 Wita, dengan fokus lokasi di sekitar bangkai KM Putri Sakinah. Sebanyak 168 personel dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TN Komodo, Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo, Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Grahawisri),  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, komunitas dive Labuan Bajo, dan unsur gabungan lainnya dikerahkan dalam operasi pencarian korban.  

Operasi juga melibatkan 18 alat utama, termasuk remotely operated vehicle (ROV) dan sonar dari Ditpolair Polda Nusa Tenggara Timur serta multi beam sonar dari ITB Bandung dan Distrik Navigasi Kupang. Meskipun upaya pencarian terus dilakukan di perairan dekat Pulau Padar, hingga berita ini diturunkan korban keempat belum berhasil ditemukan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon