ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nelayan Barru Terpaksa Jadi Buruh Serabutan Akibat Cuaca Buruk

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:07 WIB
A
MA
Penulis: Amirullah | Editor: MA
Akibat tidak bisa melaut karena cuaca buruk, para nelayan di Barru, Sulawesi Selatan beralih profesi jadi buruh serabutan.
Akibat tidak bisa melaut karena cuaca buruk, para nelayan di Barru, Sulawesi Selatan beralih profesi jadi buruh serabutan. (Beritasatu.com/Amirullah)

Barru, Beritasatu.com – Cuaca buruk dan gelombang tinggi selama dua bulan terakhir membuat nelayan di Matenne, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, terpaksa beralih menjadi kuli serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain bekerja serabutan, nelayan juga mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkapan ikan. Akibat cuaca buruk, pasokan ikan menurun sehingga harga jualnya ikut melonjak.

Meski begitu, Hamka, salah satu nelayan mengatakan dirinya sudah dua bulan tidak melaut. Salah satu penyebab utama karena cuaca buruk yang menerjang perairan Barru sejak akhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Sudah dua bulan ini pak sudah tidak melaut akibat cuaca buruk. Ini sudah dua bulan lebih tidak aktif, mulai pertengahan bulan November 2025," ujar Hamka kepada Beritasatu.com pada Sabtu (24/1/2026).

Hamka menambahkan beberapa rekannya masih nekat melaut akibat tekanan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari. Padahal, peringatan cuaca buruk sudah ada sejak pertengahan November 2025 lalu.

"Kalau yang nyalinya masih kuat ya masih turun melaut, tapi kalau kaya kita ini perahu-perahu sudah ada yang bocor-bocor ya kita tidak berani. Artinya harus perahu yang bagus tidak ada bocornya. Yang biasa turun melaut betul-betul bos kapal yang punya nyali akan turun melaut," katanya.

Selama tidak melaut, Hamka terpaksa mencari pekerjaan serabutan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika tidak ada kegiatan, para nelayan memilih untuk memperbaiki perlengkapan melaut sembari menunggu kondisi mereda.

"Kita cari pekerjaan yang bisa menutupi kebutuhan setiap hari, tapi kalau tidak ada ya nganggur, atau kita perbaiki semua alat penangkap ikan untuk persiapan turun nantinya," katanya.

Ia juga mengatakan, ketika pekerjaan sulit didapat, terkadang nelayan hanya memancing di lokasi yang aman, dekat pulau. Namun, hal itu dilakukan setelah memastikan kondisi cuaca melalui aplikasi di hand phone.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon