ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur NTT: Keluarga Siswa SD Ngada Tak Terdata Penerima Bansos

Rabu, 4 Februari 2026 | 22:42 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. (Beritasatu.com/David Wilson)

Kupang, Beritasatu.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengungkapkan keluarga siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada yang meninggal dunia karena gantung diri tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah. Hal tersebut disebabkan persoalan administrasi kependudukan yang belum terselesaikan.

“Setelah saya cek, data kependudukannya ternyata belum lengkap. Keluarga ini pindah dari Kabupaten Nagekeo ke Kecamatan Jerebuu, tetapi administrasi kependudukannya belum diperbarui,” ujar Melki di Kupang, Rabu (4/2/2026) dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut disampaikan Melki saat menanggapi pertanyaan terkait orang tua korban yang tidak terdaftar sebagai penerima bansos. Ia menegaskan persoalan administrasi seharusnya dapat segera diselesaikan.

ADVERTISEMENT

“Ini sebenarnya hanya persoalan dokumen. Hal seperti ini harus segera dibereskan dan tidak seharusnya terjadi,” katanya.

Meski demikian, Melki menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak mana pun atas kondisi tersebut. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Kabupaten Ngada maupun di daerah lain di NTT.

Untuk itu, ia meminta seluruh kepala daerah di NTT agar melakukan pendataan secara cermat terhadap keluarga kurang mampu yang berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah berdiskusi untuk memberikan dukungan lanjutan kepada keluarga korban, termasuk rencana pembangunan rumah layak huni serta bantuan materiel lainnya.

Diketahui sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada meninggal dunia setelah ditemukan gantung diri di pohon cengkeh. Korban meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibundanya berinisial MGT (47).

Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Ibunda korban menanggung kebutuhan lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

NASIONAL
Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

B-PLUS
Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

NUSANTARA
Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

NUSANTARA
Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

NASIONAL
Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon