ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

54.000 Peserta BPJS PBI Gunungkidul Dinonaktifkan, Sulit untuk Berobat

Sabtu, 7 Februari 2026 | 00:51 WIB
OW
SM
Penulis: Olena Wibisana | Editor: SMR
Susana loket pelayanan Dinas Sosial Mall Pelayanan Publik (MPP) Gunungkidul, Jumat (6/2/2026).
Susana loket pelayanan Dinas Sosial Mall Pelayanan Publik (MPP) Gunungkidul, Jumat (6/2/2026). (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Gunungkidul, Beritasatu.com – Sebanyak 54.000 peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS Kesehatan. Mereka kebingunan karena penonaktifan itu dinilai tanpa pemberitahuan. 

Pada Jumat (6/2/2026), ratusan warga mendatangi loket pelayanan Dinas Sosial Mall Pelayanan Publik (MPP) Gunungkidul untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan PBI. Sebagian mereka duduk menunggu, yang lain berdiri sambil memegang map berisi berkas.

Mereka bagian dari 54.000 peserta BPJS Kesehatan PBI yang sudah dinonaktifkan sebagai bagian dari penertiban dan pembaruan data kepesertaan agar bantuan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Namun, dampaknya langsung terasa di masyarakat. Hampir setiap loket pelayanan dipadati warga yang cemas status jaminan kesehatannya tidak lagi aktif. Tidak sedikit dari mereka datang dari wilayah terpencil dengan menempuh perjalanan jauh sejak dini hari demi mendapatkan nomor antrean bahkan harus menunggu berjam-jam supaya bisa dilayani. 

Bagi sebagian warga, BPJS Kesehatan bukan sekedar kartu, melainkan harapan untuk berobat saat sakit, terlebih bagi keluarga kurang mampu.

"Mau kontrol di rumah sakit ternyata sudah tidak aktif terus disuruh mengaktifkan, bolak balik mengurus karena kuota terbatas dan harus ada surat dari kelurahan," ujar Sariyana, peserta BPJS PBI di Gunungkidul.

Meski pelayanan tetap dibuka untuk umum, petugas saat ini memberikan prioritas bagi warga dengan kondisi genting, terutama bagi mereka yang membutuhkan jaminan kesehatan untuk pengobatan segera atau rawat inap. 

Pemerintah berharap, penertiban data ini mampu memperbaiki akurasi penerima bantuan, namun disisi lain antrean panjang warga menjadi gambaran betapa pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat kecil.

"Di MPP banyak warga mengurus pengaktivan BPJS Kesehatan PBI karena banyak yang di nonaktifkan sehingga harus diaktifkan untuk berobat, sudah sekitar 3 hari warga banyak yang ke sini," ucap Wagiyo, petugas MPP Gunungkidul.

Diperkirakan, lonjakan warga yang mengurus reaktivasi BPJS PBI ini masih akan terus terjadi hingga akhir Februari 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPJS Kesehatan Gratis 6 Bulan bagi Korban PHK, Ini Syaratnya

BPJS Kesehatan Gratis 6 Bulan bagi Korban PHK, Ini Syaratnya

NASIONAL
Dukung Asta Cita Presiden, BPJS Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi

Dukung Asta Cita Presiden, BPJS Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi

NASIONAL
Ini Pelayanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan

Ini Pelayanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan

NASIONAL
BPJS Kesehatan Buka Loker Terbaru 2026, Syarat Minimal D-3!

BPJS Kesehatan Buka Loker Terbaru 2026, Syarat Minimal D-3!

NASIONAL
Pelemahan Rupiah Picu Harga Obat Naik 20 Persen, Menkes: BPJS Aman

Pelemahan Rupiah Picu Harga Obat Naik 20 Persen, Menkes: BPJS Aman

NASIONAL
Defisit Rp 2 T, BPJS Kesehatan Potensi Gagal Bayar pada Juli 2027

Defisit Rp 2 T, BPJS Kesehatan Potensi Gagal Bayar pada Juli 2027

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon