ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Melki Laka Lena Minta Pendataan Warga Miskin di NTT Tepat Sasaran

Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:20 WIB
AK
S
Penulis: Albertus Pepi Kurniawan | Editor: JTO
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena. (Beritasatu.com/David Wilson)

Bajawa, Beritasatu.com - Tragedi YB, siswa SD asal Ngada yang mengakhiri hidupnya karena kesulitan ekonomi menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan, pendataan warga miskin harus tepat sasaran agar tidak ada lagi korban akibat ketimpangan bantuan sosial.

“Ini jadi evaluasi untuk kerja-kerja kami ke depan. Bantuan yang ada dari republik ini harus menjangkau seluruh masyarakat yang memerlukan perhatian khusus, seperti keluarga Bastian ini,” ujar Melki saat mengunjungi rumah duka dan pemakaman YB, Sabtu (7/2/2026).

Gubernur juga berjanji akan mencari solusi terkait birokrasi dan administrasi yang selama ini mempersulit masyarakat miskin. “Soal administrasi yang sedikit mempersulit di lapangan, kita akan cari jalannya. Apa pun yang bisa disiasati di luar regulasi, lewat kebijakan bupati atau gubernur, akan kita lakukan. Kita juga akan sampaikan ini ke menteri dan DPR,” katanya.

ADVERTISEMENT

Melki menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data kemiskinan setiap hari. Semua institusi hingga tingkat desa diminta memastikan data tepat sasaran. “Tidak boleh lagi ada data tercecer, orang yang seharusnya dapat bantuan tidak kebagian, atau yang sebenarnya tidak miskin malah menerima bantuan. Kita akan kepung bersama-sama,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan pendataan tidak boleh dipengaruhi politik. “Kalau hanya karena dia tidak dukung kepala desa, lalu tidak terdata, itu jangan ada lagi. Jika terjadi, pasti akan kita proses secara hukum. Begitu juga kalau ada yang membagi-bagikan bantuan kepada orang yang memasukkan datanya sendiri, akan kita proses keras,” ungkap Melki.

Meski angka kemiskinan di NTT turun dari 18,6% menjadi 17,5% pada 2025, Melki mengingatkan bahwa masih ada fakta pahit di lapangan. “Kita tidak bisa berbicara hal baik, sementara ada warga NTT, asal Ngada, ber-KTP Nangaroro (Kabupaten Nagekeo), meninggal. Fakta ini jadi tamparan buat kita semua,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

NASIONAL
Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

B-PLUS
Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

NUSANTARA
Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

NUSANTARA
Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

NASIONAL
Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon