India Siap Tancap Gas di Pasar Otomotif Indonesia

Senin, 28 Desember 2015 | 17:39 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Stan Tata Motors hadir di Pekan Otomotif Medan 2015.
Stan Tata Motors hadir di Pekan Otomotif Medan 2015. (Tata Motors)

Jakarta – Produsen Jepang yang selama ini mendominasi pasar otomotif Indonesia akan menghadapi kompetisi dari perusahaan India seperti Tata Motors, Mahindra, TVS Motor, dan Bajaj, seiring rencana mereka untuk melebarkan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

"Merek-merek Jepang memiliki kehadiran yang kuat di pasar Indonesia. Sementara perusahaan India juga mampu menghasilkan produk berkualitas, walaupun mereka harus berjuang keras untuk merebut pangsa dan posisi di Indonesia," kata Konsul Jenderal Indonesia di Mumbai Saut Siringoringo seperti dilansir dari media India, The Hindu, Senin (28/12).

Meski demikian, Saut menilai, secara keseluruhan kehadiran merek India telah meningkatkan kompetisi dan menciptakan lebih banyak pilihan bagi pelanggan di Indonesia. Indonesia merupakan pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia. Merek Jepang seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki memiliki pangsa pasar gabungan lebih dari 90% di kendaraan roda dua di sini. Sementara merek Toyota, Honda, dan Suzuki mendominasi di segmen kendaraan roda empat.

Perusahaan India seperti Tata, TVS Motor, dan Bajaj terlihat sudah mulai aktif mengembangkan pasar Indonesia melalui produk-produk andalannya. Sekarang, Mahindra & Mahindra juga bakal mengikuti jejak mereka. Mahindra & Mahindra berencana menjual truk di Indonesia mengingat kebutuhan akan kendaraan tersebut cukup besar di sini.

"Saya melihat ada peningkatan minat di kalangan produsen kendaraan India dan perusahaan komponen untuk datang ke Indonesia," ungkap Saut.

Dia melanjutkan, ketersediaan tenaga kerja murah yang besar, ditambah dengan meningkatnya konsumsi kelas menengah menjadi daya tarik utama mereka untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

"Sementara itu, kami tidak hanya mengundang perusahaan India untuk berinvestasi di Indonesia, tetapi juga memfasilitasi perusahaan lokal untuk membuka toko di India yang sejalan dengan kampanye investasi India. Setidaknya, 5 perusahaan dari sektor agribisnis, makanan, dan IT sudah mulai beroperasi di India Selatan beberapa waktu yang lalu," ungkap Saut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

OTOTEKNO
Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

INTERNASIONAL
Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

INTERNASIONAL
India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

EKONOMI
India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon