Pakar Keamanan Siber Puji Gerak Cepat BSI Hadapi Serangan LockBit
Minggu, 14 Mei 2023 | 15:56 WIB
Pratama mengungkapkan, geng ransomware yang saat ini melakukan serangan siber tidak hanya LockBit. Masih banyak geng APT yang memiliki kemampuan menyerang sistem yang kuat, seperti Ryuk, NetWalker, Maze, Conti, Hive, dan lain-lain. Diungkapkan, kesulitan menghadapi serangan mereka adalah geng-geng tersebut menyediakan layanan ransomware-as-a-services (RaaS).
"Yaitu layanan yang memungkinkan siapa saja membuat versi ransomware sendiri untuk melakukan serangan. Bahkan untuk orang yang tidak memiliki keahlian dalam keamanan siber, dari situ bisa dilihat potensi serangan ransomware di dunia akan seperti apa ke depannya," katanya.
Pakar yang sedang mengambil studi di Lemhanas ini meminta semua pihak menunggu hasil resmi audit serta investigasi digital forensik yang dilakukan oleh BSI bekerja sama dengan otoritas terkait seperti BSSN atau intelijen siber BIN. Dikatakan, pihak korban, tidak hanya BSI, diharapkan lebih memperhatikan serta terbuka dengan BSSN selaku koordinator keamanan siber nasional dengan segera melaporkan jika mendapatkan insiden serangan siber.
"Dengan demikian BSSN bisa memberikan support dengan melakukan asistensi penanganan insiden, audit dan investigasi sejak awal, dan pihak korban juga dapat lebih fokus pada pemulihan layanan kepada customer-nya," harapnya.
Penyelenggara sistem elektronik (PSE), termasuk BSI seharusnya memiliki business continuity management (BCM) sehingga mengetahui prosedur yang harus dilakukan jika sistem utama layanan mengalami gangguan. Dikatakan, kesiapan teknologi informasi dan komunikasi ini sebaiknya direncanakan, diimplementasikan, dipelihara, diuji, dan disimulasikan secara berulang, berdasarkan sasaran kontinuitas bisnis dan persyaratan kontinuitas.
"Di antaranya adalah proses data back up dan recovery. Yang juga penting dilakukan oleh PSE adalah secara berkala melakukan assesment terhadap keamanan siber dari sistem yang dimiliki," kata Pratama.
Pria yang juga menjadi dosen di STIN ini menekankan, belum diketahui secara pasti kebenaran mengenai pencurian data BSI yang dilakukan oleh LockBit. Untuk itu, Pratama mengimbau nasabah senantiasa waspada dan berhati-hati, mengambil langkah pencegahan dengan melakukan pergantian seluruh kredensial yang ada di BSI seperti password mobile banking, PIN ATM, dan lainnya.
Hal ini, katanya, untuk mencegah data ini dimanfaatkan oleh pelaku penipuan yang menggunakan data tersebut, baik dengan mengatasnamakan sebagai pihak bank atau melakukan pencurian identitas dan menguras isi rekening seperti kejadian Ilham Bintang sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




