ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pakar Keamanan Siber Puji Gerak Cepat BSI Hadapi Serangan LockBit

Minggu, 14 Mei 2023 | 15:56 WIB
FS
FS
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FFS
Ketua lembaga riset keamanan siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha
Ketua lembaga riset keamanan siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha (Beritasatu Photo/Sella Rizky)

Jakarta, Beritasatu.com -  Pakar keamanan siber, Pratama Persadha memuji gerak cepat Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam memulihkan layanan perbankannya usai diserang kelompok hacker LockBit hingga sempat lumpuh. Dikatakan, serangan siber yang dilancarkan LockBit cukup berat. Apalagi, sistem IT BSI merupakan gabungan dari tiga bank, yakni BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. 

"Apa pun penyebab gangguan itu, tim IT BSI cukup cepat dan responsif dalam melakukan pemulihan layanan, namun mungkin karena masalah yang cukup berat serta kompleksitas infrastruktur yang merupakan gabungan dari tiga bank itu sehingga menyebabkan butuh waktu untuk pemulihannya, dan kita perlu memberikan apresiasi kepada mereka," kata Pratama Persadha dalam keterangannya, Minggu (14/5/2023).

Diketahui, layanan BSI baik online banking, ATM, dan layanan offline di teller terganggu akibat serangan siber pada Senin (8/5/2023). Belakangan, kelompok hacker LockBit mengeklaim telah menyerang dan mencuri data BSI.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya, Selasa (9/5/2023), layanan BSI berangsur bisa dipergunakan khususnya untuk layanan di teller serta di ATM. Pada Kamis (11/5/2023) layanan BSI seperti BSI Mobile, layanan di kantor cabang, mesin ATM maupun mobile banking sudah pulih sehingga nasabah dapat bertransaksi secara normal.

Pratama Persadha menjelaskan ada indikasi BSI diserang ransomware.  

"Jika hanya gangguan layanan karena permasalahan teknis atau perawatan rutin hanya akan membutuhkan waktu dalam hitungan jam, tidak seperti ini. Ini memang mirip dengan akibat serangan siber ransomware," kata Pratama yang juga chairman lembaga riset keamanan siber Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC).

Pratama mengatakan, Lockbit 3.0 telah mengeklaim bertanggung jawab atas gangguan yang terjadi di BSI di awal minggu ini. Lockbit merupakan adalah geng ransomware yang mulai aktif beroperasi pada 2019 dan sudah menjadi salah satu geng ransomware yang menjadi ancaman di dunia.

Bahkan, LockBit yang mengeklaim mencuri 1,5 terabyte data pribadi dari server BSI memberi tenggat waktu sampai dengan 15 Mei 2023 untuk membayar tebusan jika ingin database tidak dibocorkan.

"Akan tetapi membayar tebusan belum menjamin bahwa kita akan mendapatkan kunci untuk membuka file-file yang dienkripsi dan geng hacker-nya tidak menjual data yang mereka curi," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tancap Gas Awal 2026, BSI Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

Tancap Gas Awal 2026, BSI Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

EKONOMI
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

EKONOMI
BSI Berangkatkan 2.261 Pemudik Gratis ke Jawa-Sumatera

BSI Berangkatkan 2.261 Pemudik Gratis ke Jawa-Sumatera

EKONOMI
Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122%, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatera

Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122%, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatera

EKONOMI
BSI Berbagi, 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

BSI Berbagi, 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

EKONOMI
Milad ke-5, BSI Gelar

Milad ke-5, BSI Gelar "Langkah Emas" Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon