Tesla Recall Hampir Seluruh Cybertruck, Panel Bisa Copot Saat Jalan
Kamis, 20 Maret 2025 | 22:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tesla recall kembali terjadi, kali ini menargetkan hampir seluruh unit Cybertruck yang telah dikirim ke pelanggan di Amerika Serikat. Masalahnya cukup serius yakni panel eksterior kendaraan berisiko lepas saat melaju.
Dikutip CNN, Kamis (20/3/2025), lepasnya panel eksterior itu dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Penarikan ini semakin menambah daftar panjang kendala yang dihadapi pickup listrik tersebut sejak peluncurannya.
Dalam laporan yang diajukan ke Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) pada Kamis (21/3/2025), Tesla menyebut bahwa recall ini mencakup lebih dari 46.000 unit Cybertruck yang diproduksi sejak November 2023 hingga 27 Februari 2024.
“Masalah ini terdeteksi setelah beberapa pemilik melaporkan panel samping kendaraan mereka terlepas saat digunakan,” sebut CNN.
Tesla menjelaskan bahwa panel trim baja tahan karat pada Cybertruck dapat terlepas selama berkendara. Kondisi ini tidak hanya mengurangi estetika kendaraan tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat bagian kendaraan yang terlempar ke jalan. Untuk mengatasi masalah ini, Tesla akan mengganti rakitan panel rel dengan komponen yang telah diperbarui dan memenuhi standar keamanan.
Laporan pertama mengenai panel yang terlepas muncul pada 21 Februari, ketika seorang pemilik Cybertruck mengklaim mengalami kejadian tersebut. Tesla pun mengakui adanya indikasi awal, seperti suara tidak biasa dari kabin atau tampilan panel yang mulai longgar. Hingga kini, Tesla telah menerima 151 klaim garansi yang diduga terkait masalah ini. Meski demikian, belum ada laporan mengenai kecelakaan atau cedera akibat panel yang copot.
Tesla recall kali ini menjadi tantangan tambahan bagi perusahaan yang sudah menghadapi tekanan besar. Saham Tesla tercatat turun hampir 50% sepanjang 2024 di tengah ketatnya persaingan industri kendaraan listrik dan kritik terhadap kepemimpinan CEO Elon Musk. Cybertruck sendiri mengalami tren permintaan yang melemah sejak akhir tahun lalu, meskipun Tesla tidak merinci jumlah unit yang telah dikirim ke pelanggan.
Pengumuman recall ini langsung berdampak pada pasar, dengan saham Tesla turun 1,4% dalam perdagangan pra-pasar. Reaksi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas perusahaan, terlebih dengan meningkatnya kritik dari pelanggan yang kecewa dan protes di beberapa gerai Tesla.

Sepanjang 2024, Tesla telah mencatat jumlah recall terbanyak di AS, mencapai lebih dari 5,1 juta unit, menurut data dari BizzyCar. Sebagian besar recall Tesla biasanya dapat diselesaikan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air update). Namun, masalah pada Cybertruck ini memerlukan perbaikan fisik, yang berarti pelanggan harus membawa kendaraan mereka ke pusat layanan resmi Tesla.
Dengan Tesla recall besar-besaran ini, tantangan Tesla dalam mempertahankan dominasinya di pasar kendaraan listrik semakin berat. Persaingan yang kian ketat dan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi membuat Tesla harus lebih berhati-hati dalam menghadirkan produk baru di masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




