ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wamenkomdigi: Internet Cepat Tak Boleh Hanya di Sebagian Wilayah

Sabtu, 15 November 2025 | 20:39 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria (Antara/Fath Putra Mulya)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memperluas akses internet terjangkau tanpa jaringan serat optik sebagai upaya mewujudkan konektivitas digital yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan langkah tersebut merupakan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional.

“Ini bukan sekadar formalitas, tetapi deklarasi visi, komitmen, dan tindakan bersama menuju Indonesia yang semakin berdaya digital,” ujarnya seperti dilansir dari situs Kemenkomdigi, Sabtu (15/11/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam penandatanganan kontrak komersial antara SURGE, OREX SAI Jepang, dan distributor lokal di Jakarta, Rabu (12/11/2025), Nezar menegaskan bahwa kolaborasi penyediaan layanan internet berkecepatan tinggi menjadi terobosan signifikan untuk mempercepat akses digital di seluruh wilayah Indonesia.

Proyek ini mengadopsi teknologi fixed wireless access (FWA) 5G pada frekuensi 1,4 GHz, yang memungkinkan layanan internet cepat tanpa menunggu pembangunan jaringan fiber optic yang selama ini menjadi kendala di banyak daerah.

“Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang, tetapi menyediakan layanan berkecepatan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi tantangan pemasangan fiber optic yang bersifat tradisional, mahal, dan membutuhkan waktu lama,” kata Nezar.

Pemerintah menilai inisiatif tersebut sejalan dengan strategi nasional dalam mempersempit kesenjangan digital dan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.

Saat ini tingkat penetrasi internet pita lebar tetap masih rendah, sementara kecepatan unduh Indonesia menempati posisi kesembilan dari sepuluh negara ASEAN. Biaya layanan internet tetap pun relatif tinggi dibanding negara-negara kawasan.

“Masalahnya bukan hanya teknis, tetapi juga berkaitan dengan keadilan digital. Internet cepat tidak boleh hanya dinikmati sebagian wilayah saja. Melalui kolaborasi ini, kita ingin menghadirkan akses yang setara bagi seluruh masyarakat,” ujar Nezar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

APJII: Teknologi 5G Harus Tawarkan Layanan Baru, Bukan hanya Cepat

APJII: Teknologi 5G Harus Tawarkan Layanan Baru, Bukan hanya Cepat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon