Timnas Indonesia Kalah, Begini Karier Kepelatihan Patrick Kluivert
Jumat, 21 Maret 2025 | 13:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Patrick Kluivert baru saja menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Hasil yang kurang memuaskan dari laga tersebut membuatnya langsung dibandingkan dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong.
Sejak awal, keputusan PSSI untuk menunjuk Kluivert sebagai pelatih mendapat banyak kritik dari penggemar sepak bola Indonesia, terutama karena waktu pergantian yang dinilai kurang tepat.
Selain itu, rekam jejak Kluivert sebagai pelatih juga menjadi bahan perbincangan. Banyak yang meragukan kemampuannya karena lebih dikenal sebagai pemain hebat daripada sosok yang memiliki pengalaman sukses di dunia kepelatihan.
Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan karier kepelatihan Patrick Kluivert? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkapnya!
Rekam Jejak Kepelatihan Patrick Kluivert
Kluivert memulai karier kepelatihannya sebagai pelatih penyerang di AZ Alkmaar pada musim 2008/2009 dan 2009/2010. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya ke Australia untuk menjadi asisten pelatih Ange Postecoglou di Brisbane Roar pada Januari hingga Juni 2010.
Setelah enam bulan di Australia, Kluivert kembali ke Belanda dan bergabung dengan NEC Nijmegen sebagai pelatih penyerang untuk musim 2010/2011.
Langkah besar dalam karier kepelatihannya terjadi ketika ia ditunjuk sebagai pelatih kepala tim muda FC Twente (Twente II) pada 2011 hingga 2013. Dalam 46 pertandingan yang ia jalani, Kluivert mencatatkan 25 kemenangan, 13 kekalahan, dan 8 hasil imbang.
Pada musim 2011/2012, ia berhasil membawa Twente U-21 menjuarai kompetisi kelompok usia dengan raihan 58 poin. Namun, pada musim berikutnya, performa tim mengalami penurunan dan hanya mampu finis di peringkat keempat.
Kesempatan besar berikutnya datang setelah Piala Dunia 2014, ketika Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Curacao dari Maret 2015 hingga Juni 2016.
Namun, catatan kepelatihannya tidak terlalu mengesankan, dengan hanya meraih tiga kemenangan dari delapan pertandingan. Ia kembali menangani Curacao sebagai pelatih sementara pada 2021, tetapi hasilnya juga kurang memuaskan, dengan hanya satu kemenangan dari enam pertandingan.
Selain pengalaman melatih tim nasional, Kluivert juga pernah menjabat sebagai direktur olahraga Paris Saint-Germain (PSG) serta kepala akademi Barcelona. Meski memiliki pengalaman di berbagai posisi, hingga kini ia belum memiliki catatan prestasi yang menonjol sebagai pelatih kepala.
Dengan rekam jejak tersebut, banyak pihak yang mempertanyakan apakah Kluivert mampu membawa Timnas Indonesia mencapai target besar, termasuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




