Pecat Nuno, Nottingham Forest Tunjuk Pelatih Juara Liga Europa
Rabu, 10 September 2025 | 07:40 WIB
Nottingham, Beritasatu.com – Ange Postecoglou resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Nottingham Forest pada Selasa (9/9/2025), hanya beberapa jam setelah klub memecat Nuno Espirito Santo. Postecoglou merupakan pelatih yang mengantarkan Tottenham Hotspur juara Liga Europa.
Pelatih asal Australia itu sebelumnya didepak Tottenham Hotspur pada Juni lalu. Namun, ia langsung kembali ke Liga Premier Inggris dengan mengambil alih kursi kepelatihan Forest. “Kami mendatangkan pelatih dengan rekam jejak yang konsisten dalam meraih trofi,” ujar pemilik Forest, Evangelos Marinakis.
“Pengalamannya di level tertinggi serta ambisi membangun sesuatu yang spesial bersama kami menjadikannya sosok ideal untuk membantu klub mencapai target besar,” tambah Marinakis.
Penunjukan Postecoglou mengakhiri 24 jam yang penuh gejolak bagi Forest. Kepergian Nuno diumumkan lewat pernyataan resmi klub tak lama setelah tengah malam waktu Inggris. Beberapa jam kemudian, Postecoglou langsung muncul sebagai kandidat utama dan resmi diperkenalkan pada sore harinya.
Postecoglou mencatat sejarah bersama Tottenham musim lalu dengan meraih trofi Liga Europa, sekaligus mengakhiri paceklik gelar klub selama 17 tahun. Spurs juga lolos ke Liga Champions, meski mengakhiri musim dengan posisi ke-17 di klasemen Liga Premier, catatan terburuk sejak 1992.
Kini, Postecoglou berpeluang kembali tampil di Liga Europa bersama Forest. Klub berjuluk The Tricky Trees itu finis pada peringkat ketujuh musim lalu, pencapaian terbaik mereka di kasta tertinggi sejak 1995, sekaligus memastikan tiket Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996.
“Setelah promosi ke Liga Premier dan berhasil menjaga konsistensi untuk menembus kompetisi Eropa, kini kami harus melangkah lebih jauh. Ange punya kredensial untuk membawa Forest bersaing dengan yang terbaik,” kata Marinakis.
Kembalinya Postecoglou ke level atas menjadi ajang pembuktian bahwa keputusan Tottenham melepasnya adalah sebuah kesalahan. Pelatih berusia 60 tahun itu dikenal percaya diri, bahkan pernah menegaskan bahwa ia selalu memenangkan trofi di musim keduanya bersama klub sebelumnya, yaitu Brisbane Roar, Yokohama F Marinos, dan Celtic.
Musim lalu, keajaiban terjadi ketika Spurs yang terseok-seok mampu menjuarai Liga Europa setelah mengalahkan Manchester United pada final. Itu juga musim kedua dia menangani Spurs.
Forest sendiri belum meraih gelar utama sejak Piala Liga 1990. Dengan gaya sepak bola menyerang yang menjadi ciri khas Postecoglou, para pendukung menaruh harapan baru.
Meski berpisah, warisan Nuno di Forest tidak bisa diabaikan. Ia datang pada Desember 2023 ketika Forest terpuruk pada peringkat ke-17. Dengan skuad terbatas dan pengurangan empat poin karena pelanggaran keuangan, ia berhasil menyelamatkan klub dari degradasi.
Musim berikutnya, Nuno bahkan membawa Forest ke papan atas klasemen, sempat bersaing memperebutkan tiket Liga Champions, dan mencapai semifinal Piala FA. Namun, penurunan performa pada akhir musim membuat mereka hanya menang sekali dari lima laga terakhir.
Hubungan Nuno dengan Marinakis yang memburuk diyakini menjadi alasan pemecatannya. Meski begitu, dengan rekam jejak mentereng di Wolverhampton Wanderers, Tottenham, hingga Al-Ittihad, Nuno diyakini tak akan menganggur lama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




