Seri Awal Sirnas Sukses, PB PI Optimistis Talenta Muda Padel Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 | 14:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Turnamen Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2026 yang digelar di Bandeja Padel Arena, Ancol, Jakarta Utara, pada 12-15 Februari berjalan lancar. Turnamen ini diikuti oleh 189 pasangan yang bertanding di berbagai kategori, mulai dari Men’s Open, Women’s Open, hingga kelompok umur U-16 dan U-14.
Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI), Galih Dimuntur Kartasasmita, menyambut baik penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta muda menjadi sinyal positif bagi masa depan padel Indonesia.
“Berjalan sangat lancar, semua peserta bahagia khususnya (kelompok) usia 14 dan 16 (tahun) kategori laki-laki dan perempuan. Orang tuanya senang, semua anak-anaknya senang, semua bahkan sudah bertanya-tanya mana (turnamen) yang berikutnya,” kata Galih kepada Beritasatu.com, Minggu (15/2/26).
Talenta Muda Indonesia Setara Pemain Eropa
Galih menambahkan, berdasarkan pengakuan pelatih profesional asing, talenta-talenta muda Indonesia tidak kalah kualitasnya dibanding pemain Eropa. Meskipun secara fisik atlet Eropa lebih unggul, kemampuan bermain anak-anak Indonesia dinilai setara.
“Memang fisiknya yang mungkin di Eropa lebih besar, tapi jagonya sama. Itu saya dengar itu dari seorang (pelatih) profesional. Saya jadi optimis sangat optimis,” ucapnya.
Galih menilai banyak peserta muda potensial yang bisa dikembangkan. Dengan persiapan yang tepat, ia yakin peluang menyiapkan atlet terbaik untuk Olimpiade 2032 di Brisbane terbuka lebar.
“Tujuh tahun dari sekarang kalau melihat anak-anak tadi yang umur 14, 16, main kayak gitu, tambah tujuh saya sih sudah rada tenang sedikit. Karena saya merasa masa depan padel kita bagus,” ucapnya.
Ia menekankan peran orang tua penting dalam mendukung perkembangan atlet, termasuk pola makan dan pendidikan. Sekolah dianggap tetap menjadi bagian penting dalam membentuk disiplin dan karakter atlet.
“Karena sekolah penting untuk mendisiplinkan anak-anak. Jadi menurut saya cerah, masih ada waktu tujuh tahun untuk bikin mereka-mereka ini,” ujarnya.
Fokus PB PI: Usia Dini, Infrastruktur, dan Pelatih
Menurut Galih, ada tiga kunci utama dalam membangun prestasi padel nasional, yaitu pembinaan usia dini, infrastruktur, dan kualitas pelatih. Dua aspek pertama sudah mulai terbentuk, sementara aspek pelatih akan terus diperkuat.
“Usia dini-nya sudah ada, infrastrukturnya udah ada, tinggal pelatihnya nanti kita rapihin pelatihnya di Indonesia,” ucapnya.
Dengan fondasi ini, PB PI optimistis padel Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di level internasional, termasuk menatap Olimpiade 2032.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




