VAR Gagalkan Kemenangan Arsenal, Simeone Dituding Tekan Wasit
Kamis, 30 April 2026 | 11:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Laga semifinal Liga Champions antara Atletico Madrid dan Arsenal berjalan kontras dengan laga sebelumnya antara PSG dan Bayern Munchen. Jika laga PSG dan Bayern Munchen dramatis karena hujan gol, sebaliknya laga Atletico Madrid dan Arsenal penuh drama karena kontroversi VAR.
Disebutkan The Guardian, Kamis (30/4/2026), Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik. Skuad asuhan Mikel Arteta unggul lebih dulu pada menit ke-44 melalui eksekusi penalti Viktor Gyokeres setelah David Hancko menjatuhkan sang striker Swedia di area terlarang. Namun, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan lewat Julian Alvarez menyusul insiden handball Ben White yang juga memicu perdebatan.
Puncak kontroversi terjadi pada menit ke-77 ketika wasit Danny Desmond Makkelie menunjuk titik putih untuk kedua kalinya bagi Arsenal. Eberechi Eze terjatuh setelah mendapat tantangan dari Hancko. Di saat para pemain Arsenal bersiap untuk mengambil peluang emas memimpin 2-1, VAR mengintervensi dan meminta wasit asal Belanda tersebut untuk meninjau ulang monitor di pinggir lapangan.
Dalam laga semifinal Liga Champions tersebut, setelah peninjauan yang cukup lama, Makkelie secara mengejutkan membatalkan keputusannya sendiri. Eze dianggap sudah dalam posisi terjatuh sebelum terjadi kontak minimal dengan kaki Hancko. Keputusan ini memicu kemarahan para pakar sepak bola, termasuk mantan bek Arsenal Martin Keown, yang menuduh wasit tunduk pada tekanan atmosfer stadion dan provokasi pelatih Atletico, Diego Simeone.
Eks pemain Liverpool, Steven Gerrard, menyoroti peran besar Simeone dalam mengubah jalannya pertandingan dari pinggir lapangan. Menurut Gerrard, aksi gesticulating (gerakan tangan menyerupai layar TV) yang dilakukan Simeone secara agresif tepat di depan mata wasit turut mempengaruhi psikologis sang pengadil. Ia pun merasa bahwa jika insiden serupa terjadi di kotak penalti Arsenal, keputusan penalti kemungkinan besar tidak akan dianulir.
Senada dengan Gerrard, legenda Skotlandia Ally McCoist menyatakan keheranannya atas intervensi VAR. McCoist berpendapat bahwa meski kontak yang terjadi minimal, wasit pada awalnya sudah memiliki pandangan yang jelas.
"Menurut saya, ini bukan kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious error). VAR terlalu jauh mencampuri jalannya laga," tegasnya dalam siaran langsung di TNT Sports.
Pakar sepak bola lainnya, Steve McManaman, bahkan melontarkan kritik lebih keras. Ia mengaku sangat tidak menyukai bagaimana VAR digunakan dalam laga ini karena dianggap merusak alur permainan. McManaman menilai perilaku Simeone yang terus-menerus menekan ofisial keempat sangat tidak pantas dan seharusnya tidak dibiarkan mempengaruhi proses pengambilan keputusan melalui monitor.
Di sisi lain, analisis teknis menunjukkan bahwa kontak memang terjadi pada tulang kering Eze. Namun, standar intervensi VAR di kompetisi Eropa musim ini tampaknya sangat tinggi, di mana kontak minimal seringkali tidak dianggap cukup kuat untuk mempertahankan keputusan penalti jika sang pemain dianggap "mencari" pelanggaran tersebut.
Hasil imbang 1-1 ini membuat posisi kedua tim masih sangat terbuka. Meski Arsenal merasa kehilangan peluang emas untuk menang di laga tandang, hasil ini tetap menyisakan tensi tinggi jelang leg kedua. Penentuan tiket final akan berlangsung di Emirates Stadium pekan depan dalam laga semifinal Liga Champions yang dipastikan kembali panas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




