ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siswi MTs yang Putus Sekolah gegara Biaya Rekreasi Kini Sekolah Lagi

Minggu, 27 Juli 2025 | 09:30 WIB
H
H
Penulis: Husin | Editor: HE
Seorang siswi MTs di Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang putus sekolah karena tidak mampu membayar uang rekreasi telah bersekolah lagi.
Seorang siswi MTs di Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang putus sekolah karena tidak mampu membayar uang rekreasi telah bersekolah lagi. (Beritasatu.com/Husin)

Labuhanbatu Selatan, Beritasatu.com – Sebuah video curhatan seorang siswi MTs di Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang putus sekolah karena tidak mampu membayar uang rekreasi viral di media sosial. Kisah haru pelajar bernama Intan Mutiara (14) ini pun mengundang simpati berbagai pihak.

Intan mengaku berhenti sekolah karena merasa malu setelah ditagih uang sebesar Rp 350.000. Uang tersebut merupakan biaya rekreasi sekolah yang bahkan tidak ia ikuti. Kisahnya menyentuh hati publik dan memicu gerakan untuk membantunya kembali melanjutkan pendidikan.

Setelah beberapa waktu tidak bersekolah, Intan akhirnya bisa kembali menimba ilmu di tempat yang baru. Ia kini diterima di Pondok Pesantren Ar-Rasyid, Desa Pinang Awam, Kecamatan Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Biaya pendidikannya ditanggung langsung oleh bupati Labuhanbatu Selatan. Serah terima dilakukan pada Sabtu (26/7/2025).

ADVERTISEMENT

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Selatan turut mengawal langsung keberangkatan Intan ke pondok pesantren tersebut. Ketua KPAD Ilham Daulay menyampaikan permasalahan Intan kini telah menemukan jalan keluar.

"Hari ini pemerintah hadir untuk membantu anak tersebut, dan langsung mengantarkan adik kita Intan untuk bersekolah kembali di pondok pesantren. Saat ini kondisi adik kita Intan sudah membaik dan normal seperti biasanya, sudah bisa berbaur," ujar Ilham.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kalaupun ada hal-hal terkait perlindungan anak, mari sama-sama kita berkoordinasi agar kami KPAD bisa langsung mencari solusi menyelamatkan anak Indonesia," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT