Ratusan Warga Lebak Demo Gubernur Banten Tuntut Perbaikan Jalan
Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:04 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Ratusan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Banten, Kamis (9/10/2025). Mereka menuntut perbaikan jalan rusak yang diduga disebabkan oleh proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang serta aktivitas kendaraan berat dari perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.
Sejak pagi, massa telah berkumpul di Desa Margamulya sebelum bergerak menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Serang. Warga membawa spanduk dan poster berisi kritik tajam, serta tuntutan agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak parah.
Koordinator lapangan aksi, Hendri menyampaikan, unjuk rasa kali ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya. Ia menilai, hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dan membahayakan warga.
“Jadi ini tindak lanjut dari aksi yang kemarin. Karena sampai sekarang jalan masih rusak dan tidak ada perbaikan, makanya kami turun lagi,” ujar Hendri kepada wartawan.
Menurut Hendri, aksi di dua lokasi itu bertujuan agar aspirasi warga Margamulya bisa didengar langsung oleh gubernur dan DPRD Banten.
“Kami ingin menyampaikan langsung bagaimana kondisi jalan di desa kami. Jangan hanya mendengar dari jauh, tetapi lihat sendiri dan segera selesaikan masalah ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga setempat sangat bergantung pada akses jalan yang layak untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.
“Warga tidak mau tahu soal alasan teknis ini dan itu. Yang jelas kami butuh jalan bagus,” katanya.
Hendri menegaskan, massa tidak akan membubarkan diri sebelum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten maupun DPRD Banten.
“Kami akan bertahan sampai gubernur datang dan menanggapi langsung. Karena sejauh ini kami merasa belum ada perhatian. Masa kami harus panggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) baru didengar?” ujarnya dengan nada kesal.
Aksi demonstrasi ini menjadi sorotan publik karena menyoroti buruknya infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Lebak yang dinilai belum tertangani dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di sekitar KP3B Serang. Mereka menunggu kehadiran perwakilan pemerintah provinsi untuk memberikan jawaban atas tuntutan mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




