Optimalisasi Transportasi dan Pendidikan Jadi Jurus Ganjar-Mahfud Bidik Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Sabtu, 25 November 2023 | 05:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden (capres) nomor urut tiga di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo mengatakan dirinya bersama calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 7% jika terpilih di Pilpres 2024. Ganjar mengungkapkan ide-idenya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7% melalui nilai tambah yang dioptimalkan, termasuk di sektor transportasi dan pendidikan.
Pertama, kata Ganjar, perlu keterhubungan infrastruktur transportasi yang baik, baik dalam bentuk darat seperti MRT (mass rapid transit)/LRT (light rail transit) maupun laut, yang berpotensi memengaruhi sektor logistik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
"Di kota-kota besar, ada MRT, LRT, sekitar 20 kota besar membutuhkan keterhubungan yang lancar, sementara peningkatan kapasitas transportasi laut yang sudah terimplementasi saat ini perlu kita manfaatkan," ujar Ganjar dalam keterangannya, Jumat (24/11/2023).
Menurut Ganjar, kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional belum optimal. Padahal, dari segi geografis, sebanyak 77 persen wilayah Indonesia adalah air dan laut. Menurut Ganjar, kontribusi PDB (produk domestik bruto) dari sektor ini hanya sekitar 7,6 persen pada tahun 2021.
Ganjar mengaku dirinya bersama dengan Mahfud MD siap mengoptimalkan potensi ekonomi yang terkait dengan sektor kelautan dengan mengakselerasi 11 potensi ekonomi maritim.
"Walaupun ada infrastruktur seperti tol laut yang telah beroperasi, pertanyaannya adalah apakah sistem transportasi bolak-balik tersebut mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Menyelesaikan ini adalah tantangan yang perlu diselesaikan sepenuhnya," tandas Ganjar.
"Meskipun ada kapal yang beroperasi, penting bahwa setelah mereka melakukan perjalanan mereka kembali dengan keuntungan. Oleh karena itu, pada akhirnya, tujuannya adalah untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru," tutur Ganjar menambahkan.
Ganjar juga menyoroti soal investasi yang tidak sekadar tentang arus masuk uang dan barang melainkan melibatkan nilai-nilai dan kepentingan nasional yang terlibat di dalamnya. Karena itu, kata dia, perlu ada kemitraan antara perusahaan global dan lokal.
"Banyak perusahaan global datang, sementara pihak lokal hanya menonton. Oleh karena itu, kita perlu mengatur kemitraan agar menjadi pemicu bagi pertumbuhan industri lokal," ungkap Ganjar
Lebih lanjut, Ganjar menegaskan pihaknya telah merancang tiga tahap penting dalam industrialisasi. Pertama, membangun mitra antara perusahaan lokal dan global. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan peneliti, pemasok, serta tenaga kerja dalam negeri. Ketiga, memberikan insentif pajak, alokasi anggaran untuk penelitian dan pengembangan, serta menciptakan lapangan kerja.
"Dengan keuntungan demografi yang ada, kita tidak ingin mengalami dampak buruknya. Oleh karena itu, kami menekankan perlunya program cepat untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia atau SDM," tutur Mantan Gubernur Jawa Tengah ini.
Karena itu, kata Ganjar, program satu keluarga miskin memiliki satu sarjana menjadi program prioritas untuk meningkatkan kualitas SDM serta mengakhiri kemiskinan. Menurut dia, pendidikan bisa meningkatkan kualitas SDM yang pada akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
"Jika kita membantu satu sarjana di dalam keluarga miskin, itu akan menjadi pendorong bagi keluarga tersebut. Sarjana tersebut akan menjadi tulang punggung dan mengangkat keluarganya dari kemiskinan," pungkas Ganjar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




