Wiranto Sebut Pemilu Satu Putaran Dapat Meredakan Suhu Politik
Senin, 22 Januari 2024 | 06:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pembina Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Jenderal TNI (Purn) Wiranto menyebut ada tiga keuntungan apabila Pilpres 2024 berjalan satu putaran. Purnawirawan TNI yang kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menjelaskan bahwa apabila pemilu berjalan satu putaran maka akan menghemat anggaran negara sekitar Rp 14 triliun. Selain menghemat, pemilu satu putaran dapat meredam melonjaknya suhu politik apabila terjadi putaran kedua.
"Pertama, kita bisa menghemat biaya sekitar Rp 14 triliun kalau kita tidak melanjutkan ke putaran kedua. Yang kedua, adalah suhu politik cenderung tidak meledak, memanas iya, tetapi tidak meledak kalau kita lanjutkan ke putaran kedua menjadi hanya dua paslon," ujarnya seusai menghadiri nobar debat cawapres di posko relawan JW Movement, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024) malam.
Ia menyebut dengan pemilu satu putaran maka presiden dan wakil presiden terpilih memiliki cukup waktu untuk menyempurnakan program kerja menjelang pergantian kekuasaan.
"Ketiga, dengan adanya satu putaran selesai maka si pemenang itu punya cukup waktu, 4,5 bulan untuk bisa merencanakan, memahami, menyempurnakan konsep-konsep kepemimpinan ke depan," imbuhnya.
Menurutnya, pemilu satu putaran juga dapat menghemat waktu sehingga presiden dan wakil presiden terpilih bisa langsung menjalankan programnya seusai resmi dilantik.
"Sehingga pada saat dilantik itu betul-betul sudah siap untuk berlari. Tidak lagi mencari-cari apa yang dilakukan," pungkasnya.
Sebelumnya, Survei Economics & Political Insight (EPI) Center menyebutkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 50,2 persen dan berpeluang memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.
Dalam survei tersebut, elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 21,3 persen, terpaut tipis dari Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 20,1 persen. Sisanya sebanyak 8,5 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
"Elektabilitas Prabowo-Gibran menembus hingga 50,2 persen, artinya diprediksi bakal memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran," kata peneliti EPI Center Mursalin.
Menurut Mursalin, setidaknya ada tiga faktor yang bisa menjelaskan tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran. Pertama adalah dukungan dari Presiden Jokowi kepada Prabowo dan diperkuat dengan majunya Gibran sebagai cawapres.
"Majunya Gibran yang notabene putra sulung Jokowi memberi isyarat kuat dukungan mengarah kepada Prabowo, alih-alih Ganjar," sebut Mursalin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




