ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonom: Pilpres Satu Putaran Beri Kepastian Lebih Cepat bagi Investor

Sabtu, 27 Januari 2024 | 05:00 WIB
CS
R
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: RZL
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (kiri ke kanan) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapatkan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut dua, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut tiga, saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar proses pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 pada Selasa, 14 November 2023 malam.
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (kiri ke kanan) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapatkan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut dua, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut tiga, saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar proses pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 pada Selasa, 14 November 2023 malam. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar ekonomi Raden Pardede menyoroti dampak positif bagi pelaku usaha dan investor apabila penyelenggaraan Pilpres 2024 berlangsung dalam satu putaran. Menurutnya, pilpres satu putaran dapat memberikan kepastian lebih cepat kepada para investor.

Raden menjelaskan bahwa saat ini seluruh pelaku ekonomi di dunia berada dalam periode penantian atau wait and see. Dengan pilpres hanya satu putaran, periode penantian ini dapat dipersingkat sekitar empat bulan.

"Kalau satu putaran itu di bulan Februari sudah jelas, sedangkan kalau dua putaran itu baru bulan Juni. Jadi masa tunggu tadi itu sekitar empat bulan itu berkurang," kata Raden kepada Beritasatu.com, Jumat (26/1/2024).

ADVERTISEMENT

"Masa menunggu ini adalah masa ketidakpastian. Ada wait and see baik di pasar modal, pasar keuangan, maupun dunia usaha yang ingin melakukan investasi," ungkapnya.

Ekonom senior itu menekankan bahwa para pelaku ekonomi melihat pilpres satu putaran lebih menguntungkan dibandingkan dua putaran karena memberikan kejelasan lebih cepat. Dengan hasil pilpres yang lebih cepat, para pelaku ekonomi dapat membuat keputusan investasi tanpa penundaan.

"Mereka akan membuat keputusan yang lebih jelas apakah punya kepercayaan kepada yang terpilih ini, dan kemudian akan cepat merealisasikan investasinya. Sedangkan kalau dia harus menunggu empat bulan lagi, berarti masa menunggu, masa wait and see, masa up and down di pasar keuangan kita atau juga di investasi kita akan lebih panjang. Itu tentu berdampak pada ekonomi," tutur Raden.

Raden juga menyatakan jika pilpres berlangsung dua putaran, akan berdampak pada penundaan investasi yang lebih lama dan akan memiliki dampak ekonomi yang lebih besar. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pemilu.

Raden berharap bahwa legitimasi dari pemilu dapat diterima oleh semua pihak, baik berjalan satu atau dua putaran.

"Itulah yang akhirnya memperkuat komitmen, dia (presiden) dapat komitmen dari masyarakat bahwa dia adalah pemimpin, dalam melakukan kebijaksanaannya karena sudah dapat dukungan dari rakyat banyak. Tentu investor akan menghargai keputusan yang diambil oleh pemimpin yang sudah dapat legitimasi dan dukungan dari rakyat banyak," jelasnya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tiga pasangan calon (paslon) yang akan bertarung pada Pilpres 2024. Ketiganya, yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), paslon nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan paslon nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pemungutan suara Pemilu 2024 akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Sementara itu, jika pilpres berlangsung dua putaran, maka pemungutan suara putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2024.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon