Sekjen PBNU: Ini Pilihan Rakyat, Kita Harus Terima
Rabu, 14 Februari 2024 | 22:27 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf meminta semua pihak menghormati hasil Pilpres 2024 karena merupakan pilihan rakyat. Untuk itu mantan wakil gubernur Jawa Timur itu meminta semua pihak untuk menerima hasil Pilpres 2024 dengan legawa.
"Ini pilihan rakyat dan harus kita terima. Memang kadang tidak sesuai dengan hati tetapi harus kita terima. Kita ucapkan selamat bagi yang menang. Yang belum menang, medan pengabdian bisa dipilih, banyak sekali. Mereka orang hebat semua," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya saat dihubungi di Surabaya, Rabu (14/2/2024) dikutip dari Antara.
Dia pun mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan mengikuti semua proses sampai pengumuman pemenang pemilu oleh KPU.
Baca Juga: Muhammadiyah: Bagi yang Kalah Hendaknya Berjiwa Besar dan Legawa
"Tidak perlu ada pengerahan massa, tidak perlu ada hal-hal yang mungkin mengganggu proses ini. Kita hargai pilihan rakyat. Kalau ada kecurangan, dikumpulkan bukti dan diproses sampai ke tingkat Mahkamah Konstitusi," ujarnya.
Dia mengimbau pendukung yang menang untuk mengiringi dengan berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa agar kemenangan ini membawa manfaat untuk rakyat.
"Jadi yang menang mari berdoa, bagi yang kalah, mari kita terima sebagai sebuah pilihan rakyat," kata Hus Ipul.
Baca Juga: KPU: 668 TPS di 5 Kabupaten/Kota Bakal Gelar Pemilu Susulan
Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai terdapat kecurangan dalam seluruh desain pemilu dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, seluruh struktur PDI Perjuangan bersama relawan saksi dan partai-partai yang tergabung dalam koalisi 03 terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan terkait adanya indikasi kecurangan masif dalam pemilu 2024.
“Baru kali ini pascareformasi pemilu diwarnai gerakan civil society, diikuti oleh gerakan dari perguruan tinggi dari para guru besar secara luar biasa. Artinya, memang ada suatu persoalan yang sangat fundamental yang berkaitan dengan legitimasi pemilu, baik itu proses maupun dari hasil pemilu itu sendiri,” ungkap Hasto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




