ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Andika-Hendi Komitmen Sediakan Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Gratis di Jateng

Minggu, 15 September 2024 | 19:53 WIB
WW
BW
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: BW

Calon wakil gubernur Jawa Tengah Hendrar Prihadi (Hendi) saat menghadiri rapat pimpinan wilayah LDII Jawa Tengah di Gedung Rama Shinta Patra Jasa Hotel, Minggu 15 September 2024.
Calon wakil gubernur Jawa Tengah Hendrar Prihadi (Hendi) saat menghadiri rapat pimpinan wilayah LDII Jawa Tengah di Gedung Rama Shinta Patra Jasa Hotel, Minggu 15 September 2024. (Beritasatu.com/Widy Wicaksono)

Semarang, Beritasatu.com - Calon wakil gubernur Jawa Tengah Hendrar Prihadi atau yang lebih akrab disapa Hendi mengatakan, ia komitmen untuk terus menjalankan program yang telah dilakukan semasa menjadi wali kota Semarang. Pasangan Andika Perkasa-Hendi akan bertarung di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2024. Program tersebut antara lain menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis yang merata untuk semua warga.

Mantan wali kota Semarang dua periode tersebut menegaskan, dirinya bersama calon gubernur Jawa Tengah Andika Perkasa berkomitmen untuk menyempurnakan hal-hal baik yang telah dirintis sebelumnya, termasuk dalam kaitan program pendidikan dan kesehatan.

"Kami respect dengan Pak Mardiyanto, kami respect dengan Pak Bibit, kami respect dengan Mas Ganjar senior saya, semuanya telah melakukan yang terbaik untuk provinsi ini (Jawa Tengah). Namun, dinamika kehidupan ini terjadi dengan cepat," jelas Hendi saat menghadiri rapat pimpinan wilayah LDII Jawa Tengah di gedung Rama Shinta Patra Jasa Hotel, Minggu (15/9/2024).

ADVERTISEMENT

Hendi menjelaskan, saat ini, untuk jenjang SD, SMP, dan SMP Negeri semuanya sudah gratis. Namun, kendalanya yakni belum meratanya sekolah negeri, sehingga saat sistem zonasi diterapkan, banyak siswa yang tidak diterima. Sehingga, memang perlu perhatian serius dirinya bersama Andika Perkasa.

"Ketika keliling, saya bertemu masyarakat yang mengatakan ingin sekolah gratis, tetapi tidak bisa karena tidak ada sekolah negeri di kecamatannya. Kenapa tidak bisa? Karena sistem zonasi. Maka inilah yang menjadi perhatian kami. Saat saya menjadi wali kota, semula SMP Negeri di Semarang hanya sampai SMP Negeri 33, tetapi kemudian bertambah sampai SMP Negeri 45. Artinya ada 12 sekolah yang saya bangun di Kota Semarang," imbuhnya.

Terkait fasilitas kesehatan gratis, Hendi menyebutkan, di Kota Semarang telah berjalan program bernama Universal Health Coverage (UHC) yang dapat dieskalasi juga di tingkat provinsi.

"Masalah kesehatan gratis ini kita tidak bisa bicara kaya atau miskin. Semua harus mendapat hak yang sama karena berobat itu tidak bisa direncanakan, siapa saja bisa tiba-tiba sakit dan membutuhkan fasilitas dari pemerintah. Itulah yang menjadi fokus kami," pungkasnya.

Ketua LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono menyebut Hendi sebagai tokoh muda masa depan Jawa Tengah. Banyak program yang berhasil diterapkan untuk kemajuan Kota Semarang, sehingga harapanya bisa diterapkan di lingkup Jawa Tengah.

"Beliau ini luar biasa, saat beliau menjadi wali kota Semarang daerah rumah saya pernah kebanjiran lalu saya WA beliau, dan kepala dinas PU langsung datang untuk melakukan normalisasi drainase. Tepuk tangan untuk beliau," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon