Barcelona, Pilih Xavi, Henry, Koeman atau Pochettino?

Minggu, 16 Agustus 2020 | 19:00 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Pelatih Barcelona Quieque Setien.
Pelatih Barcelona Quieque Setien. (istimewa)

Barcelona Beritasatu.com – Nama Quique Setien sedang mendapat sorotan tajam. "Ajal" Setien sebagai pelatih Barcelona itu sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja.

Kegagalan meraih gelar juara La Liga musim dan Liga Champions 2020/21 menjadi penyebabnya. Setien bahkan bisa dianggap sebagai pelatih "terburuk" Barcelona pasca-kekalahan memalukan 2-8 dari Bayern Muenchen di semifinal.

Pasca-malam yang buruk itu, sejumlah nama pelatih pengganti muncul meski sebenarnya Setien sampai berita ini diturunkan belum secara resmi didepak dari Nou Camp. Presiden Barcelona, Josep Bartomeu baru akan menggelar pertemuan pada Senin (16/8/2020) pagi waktu setempat membahas masa depan Setien.

Ada nama tiga legenda Barcelona yakni Xavi Hernandez, Thierry Henry dan yang paling lawas munculnya nama Ronald Koeman. Disamping ada nama mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Untuk nama Xavi, Barcelona sebenarnya sudah mencoba memulangkannya pada bulan Januari lalu tetapi kemudian ditolaknya. Lalu kemudian Barca menunjuk Setien. Lalu bagaimana peluang Xavi? Sepertinya kecil kemungkinan buat Xavi menangani Barca. Penyebabnya ketidakharmonisannya dengan jajaran manajemen Barca saat ini.

Xavi sendiri sudah menyatakan sikap kalau saat ini bukan waktu yang tepat kembali ke Barcelona.

"Ada banyak gangguan eksternal di sekitar klub, banyak masalah di luar lapangan dan saya rasa sekarang bukan waktu yang tepat," kata Xavi.

Selain Xavi, legenda Barcelona lainnya yang masuk bursa adalah Thierry Henry. Mantan pemain asal Prancis itu mengawali karier kepelatihan Henry dimulai sebagai asisten pelatih Roberto Martinez di Timnas Belgia. Kemudian beralih menjadi pelatih kepala AS Monaco, dan kini membesut klub MLS, Montreal Impact.

Pantaskah Henry jadi pelatih Barcelona? Jika melihat trek-nya sebagai pelatih sepertinya belum pantas. Henry tercatat sudah menjalani 26 pertandingan sebagai pelatih kepala di semua klub. Cuma ada lima kemenangan yang didapat, delapan imbang, dan 13 kekalahan atau memperoleh persentase kemenangan yang menyedihkan (20% dan 22,22%) sebagai pelatih Monaco dan Montreal.

Satu nama legenda Barcelona yang masuk kandidat adalah Ronald Koeman. Nama Koeman muncul belakangan disebut-sebut masuk kandidat. Soal karier sebagai pemain dan pelatih, Koeman cukup bersinar.

Dia pernah enam tahun membela Barcelona sebagai pemain (1989-1995) dengan tampil sebanyak 264 pertandingan dan mengemas 88 gol di La Liga. Soal peluangnya menangani Barcelona? Sepertinya agak sulit buatnya kembali ke Barcelona mengingat dia saat ini masih terikat kontrak dengan Timnas Belanda yang sudah ditanganinya sejak tahun 2018.

Dengan Piala Eropa ditunda hingga tahun depan, mantan juru taktik Everton itu harus bertahan bersama De Oranje lebih lama.
Koeman sendiri mengungkapkan dirinya sebenarnya sudah pernah ditawari melatih Barca pada Januari lalu, tetapi ditolaknya.
"Saya memang menerima panggilan telepon dari Barcelona. Saya harus menjaga komitmen dengan timnas Belanda dan bermain di Piala Eropa. Saat ini tim nasional lebih penting. Tak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan," ujar Koeman.

Nama terakhir yang masuk daftar kandidat adalah Pochettino. Sejak dipecat sebagai pelatih Tottenham, pelatih asal Argentina itu masih mengganggur sampai saat ini. Bisa dikatakan peluang Pochettino untuk melatih Barca sangat besar meski dulu pernah sesumbar akan menolak jika ditawari menjadi pelatih Barcelona.

Alasannya Barcelona adalah rival sekota Espanyol, klub yang pernah dibelanya sebagai pemain selama dua periode dan menjadi pelatih selama tiga tahun.

Namun dalam wawancara baru-baru ini dengan surat kabar harian Spanyol El Pais, pendiriannya tampaknya telah berubah.

"Saya tidak ingin merendahkan Barcelona. Kamu bisa mengatakan sesuatu secara berbeda. Espanyol membuat nama untuk saya, tapi saya tidak sombong dan saya tidak suka membuat pernyataan seperti itu. Mungkin sekarang saya tidak akan melakukannya karena dalam hidup Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Alaves vs Barcelona: Misi Blaugrana Mengejar 100 Poin

Alaves vs Barcelona: Misi Blaugrana Mengejar 100 Poin

SPORT
Kontroversial, Yamal Bawa Bendera Palestina Saat Rayakan Gelar La Liga

Kontroversial, Yamal Bawa Bendera Palestina Saat Rayakan Gelar La Liga

SPORT
Cerita Sukses Barcelona Amankan Gelar Ke-29 La Liga Musim 2025-2026

Cerita Sukses Barcelona Amankan Gelar Ke-29 La Liga Musim 2025-2026

SPORT
Barcelona Juara La Liga 2025/2026 setelah Kalahkan Real Madrid 2-0

Barcelona Juara La Liga 2025/2026 setelah Kalahkan Real Madrid 2-0

SPORT
Ayah Hansi Flick Meninggal Jelang El Clasico Barcelona vs Madrid

Ayah Hansi Flick Meninggal Jelang El Clasico Barcelona vs Madrid

SPORT
Mbappe Absen dalam El Clasico, Barcelona Berpeluang Kunci Gelar

Mbappe Absen dalam El Clasico, Barcelona Berpeluang Kunci Gelar

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon