HUT TNI di Monas, Kendaraan Terjebak Kemacetan di Kebon Sirih
Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Arus lalu lintas di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, macet parah pada Minggu (5/10/2025) pagi. Ribuan kendaraan terjebak di sepanjang Jalan Kebon Sirih hingga ke kawasan Tugu Tani, akibat padatnya aktivitas dan penutupan sejumlah ruas jalan untuk peringatan HUT ke-80 TNI.
Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung sangat lama tanpa pergerakan berarti. Sejumlah pengendara yang melintas dari arah Tanah Abang menuju Monas mengaku terjebak lebih dari 2 jam di tengah kepadatan lalu lintas yang tak kunjung terurai.
Diky (30), seorang pengemudi taksi daring, menceritakan dirinya telah terjebak macet sejak pukul 08.30 WIB saat hendak kembali ke Bekasi setelah menurunkan penumpang di kawasan Tanah Abang.
“Saya habis ngedrop penumpang, mau balik arah ke Bekasi. Namun, sudah hampir 2 jam tidak bergerak dari Tanah Abang. Macetnya parah banget, benar-benar tidak jalan sama sekali,” ujar Diky kepada wartawan.
Ia menambahkan, antrean kendaraan mengular sekitar 2,5 kilometer, mulai dari simpang Stasiun Tanah Abang hingga mendekati Bundaran Tugu Tani. Tidak hanya kendaraan pribadi, deretan ojek daring dan bus kota juga tampak menumpuk tanpa celah untuk bergerak.
Situasi serupa dialami Rayhan (42), warga Cipondoh, Tangerang, yang berangkat sejak pukul 07.30 WIB bersama istri dan dua anaknya untuk berlibur ke Monas. Ia berencana mengajak keluarganya menonton pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang menjadi bagian dari perayaan HUT TNI.
Namun, hingga pukul 10.00 WIB, mobil yang dikemudikannya belum juga sampai di lokasi. “Kalau setengah jam lagi belum sampai, anak sama istri mau saya suruh turun saja biar jalan kaki. Soalnya mobil tidak bisa gerak, parkir juga tidak ada. Semua arah penuh,” kata Rayhan dengan nada pasrah.
Kemacetan kali ini tidak hanya menghambat kendaraan pribadi. Sedikitnya 17 unit bus Transjakarta dari berbagai rute dilaporkan terjebak di ruas Jalan Kebon Sirih dan sekitar Tugu Tani. Penumpang di setiap armada tampak hanya bisa duduk menunggu tanpa kepastian waktu tiba.
Sejumlah kendaraan milik TNI yang hendak memasuki kawasan Monas pun mengalami nasib serupa. Mobil-mobil berpelat dinas berhenti berjejer di tengah kemacetan tanpa bisa bergerak karena padatnya volume kendaraan di persimpangan utama.
Di Bundaran Tugu Tani, meski lampu merah berganti hijau, arus kendaraan tetap tak beranjak akibat penyempitan jalur dan tidak adanya ruang gerak di perempatan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pengendara yang mencoba mencari jalur alternatif secara serampangan.
Kepadatan parah juga terjadi dari arah timur, yakni dari kawasan Kwitang dan sekitar Stasiun Gondangdia. Jalan dua lajur yang biasanya menjadi alternatif menuju Monas kini tertutup total oleh antrean kendaraan yang tidak bergerak sama sekali.
Pantauan di lokasi menunjukkan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat sama-sama terjebak. Banyak pengendara terlihat mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar, sedangkan sebagian lainnya memilih menepi di tepi jalan karena kelelahan menunggu.
Hingga menjelang siang, belum ada tanda-tanda kemacetan mereda. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat berusaha mengatur arus kendaraan, tetapi padatnya volume dari berbagai arah membuat penguraian lalu lintas berlangsung sangat lambat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




