Kepala BGN Tinjau Korban Kecelakaan Mobil MBG di SD Cilincing
Kamis, 11 Desember 2025 | 17:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mendatangi para korban kecelakaan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) yang dirawat di RSUD Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025). Dalam kunjungannya, Dadan menyempatkan diri menyapa seluruh korban yang masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis.
Kecelakaan mobil MBG ini terjadi pada Kamis pagi dan melibatkan puluhan siswa serta guru. Mereka langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Cilincing, RSUD Koja, dan Puskesmas Cilincing. Beberapa korban dengan kondisi lebih parah harus dipindahkan ke rumah sakit lain guna mendapatkan penanganan lanjutan.
"Ada 20 korban, tujuh yang dirujuk lebih lanjut ke Rumah Sakit Koja, karena di Rumah Sakit Cileungcing tidak ada dokter spesialis ortopedi sehingga harus ditangani lebih lanjut oleh dokter ortopedi. Kemudianm yang ada di sini 15, yaitu 11 sekarang siang ini boleh pulang, yang empat dirawat sementara," kata Dadan di RSUD Cilincing.
Ia menambahkan, seluruh korban yang sudah diperbolehkan pulang tetap akan berada dalam pantauan tenaga medis.
"Setelah pulang, yang sudah pulang pun akan dipantau oleh pasukan putih yang dimiliki oleh Puskesmas masing-masing untuk melihat perkembangan apa yang terjadi setelah pulang, sehingga pascakejadian tetap bisa diawasi," sambungnya.
Dadan memastikan, BGN telah mencatat seluruh data korban, termasuk alamat rumah, untuk memberikan penggantian seragam sekolah, sepatu, dan perlengkapan lain yang rusak akibat kecelakaan. Selain penanganan korban, BGN juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional mobil MBG.
"Ya, itu setiap kali kejadian pasti akan ada evaluasi yang terkait dengan proses, prosedur. Di dalam juknis kami sebetulnya kami sudah buat dan sudah tertulis bahwa setiap kendaraan yang akan mengirim itu harus dicek setiap saat. Dan untuk yang kejadian kali ini, ini adalah kejadian pertama dari operasi SPPG ini sudah sejak 24 Maret 2025, jadi sudah lama," tuturnya.
Dadan turut mengungkapkan bahwa sopir yang membawa kendaraan pada hari kejadian adalah sopir cadangan, karena sopir utama sedang sakit. Hal ini sesuai kebijakan internal SPPG yang menyiapkan pengemudi cadangan bila terjadi keadaan darurat.
Pihak BGN berkomitmen memperketat prosedur pengecekan kendaraan dan kualifikasi pengemudi demi mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




