Jakarta Terbuka untuk Pendatang, Tak Ada Operasi Yustisi Pascalebaran
Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan mencari penghidupan. Pemprov Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi untuk merazia pendatang pascahari raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun, sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu,” ujar Pramono kepada wartawan sesuai membuka Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Pramono mengatakan Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan tetap terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin datang untuk bekerja maupun mencari peluang kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, Jakarta masih menyediakan banyak peluang pekerjaan bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib. Berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, hingga industri kreatif, masih membutuhkan tenaga kerja dari berbagai latar belakang.
Namun demikian, ia mengingatkan situasi global saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak sepenuhnya stabil. Dinamika geopolitik internasional, berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi dunia yang pada akhirnya juga bisa memengaruhi perekonomian nasional, termasuk di Jakarta.
Pramono menyinggung sejumlah konflik internasional yang hingga kini masih berlangsung, seperti perang antara Ukraina dan Rusia, serta ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat.
Situasi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk harga komoditas, arus investasi, hingga aktivitas perdagangan internasional.
“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” kata Pramono.
Ia menambahkan kewaspadaan tersebut penting agar pemerintah daerah dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak yang mungkin muncul terhadap ekonomi daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
Stok Pangan Aman
Selain menyoroti soal arus pendatang, Pramono juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta telah melakukan berbagai langkah persiapan untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, berbagai kebutuhan pokok telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya agar pasokan tetap terjaga dan tidak menimbulkan gejolak harga yang berlebihan di pasaran.
Beberapa komoditas utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain beras, daging, cabai merah, cabai keriting, serta berbagai bahan pangan lainnya yang biasanya mengalami lonjakan permintaan selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan juga Idulfitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama hal yang berkaitan dengan kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” jelasnya.
Pramono memastikan bahwa stok bahan pangan di Jakarta saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Ia berharap kondisi pasokan yang stabil tersebut dapat menjaga harga bahan pokok tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan menjelang hari besar keagamaan.
“Stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” ujar Pramono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




