SKK Migas Apresiasi Capaian Produksi CNOOC Kuartal I 2013
Jumat, 22 Maret 2013 | 15:30 WIB
Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengapreasiasi pencapaian produksi CNOOC SES Ltd pada kuartal pertama tahun 2013.
Deputi Pengendalian Komersial Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan produksi minyak CNOOC mencapai 35.084 Barrel Oil Per Day (BPOD) namun sempat menyentuh pada 30.783 BPOD.
"Saya minta dijaga produksinya dengan catatan hati-hati dengan fasilitasnya," kata Widhyawan dalam kunjungan kerja ke kantor CNOOC SES di Jakarta, Jumat (22/03).
Widhyawan mengatakan CNOOC mengalami kehilangan produksi sekitar 7,9 MBOPD akibat tiga permasalahan yakni ditemukan kebocoran pipa di lapangan Wana dan lapangan Gita pada 19 Januari 2013 kemarin dengan potensi kerugian sebesar 2 MBOP.
Perbaikan kebocorannya memakan waktu 21 hari lantaran terkendala cuaca buruk sehingga baru teratasi pada 9 Febuari 2013.
Permasalahan berikutnya pergantian riser WIDP-INTB serta tank cleaning pada awal maret 2013 dan pengerjaannya selesai pada 16 maret 2013. Potensi kerugiannya mencapai 5,7MBOPD.
Sedangkan kendala terakhir akibat platform Vita tertabrak tongkang pada 3 Maret 2013. Estimasi perbaikan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan sehingga potensi kerugian sebesar 0,2 MBOPD.
"Fasilitas produksi CNOOC rentan karena umur. Pipa umurnya di atas 30 tahun. Untuk Offshore bisa saja ditabrak kapal, kena jangkar maupun korosi," jelas Widhyawan.
Vice President Exploitation CNOOC SES Perkasa Sinagabariang mengatakan meski lapangan CNOOC berusia 40 tahun namun pihaknya tetap melakukan eksplorasi. Lokasinya tidak jauh dari fasilitas yang ada sehingga tidak perlu lagi membangun fasilitas baru. Eksplorasi itu dilakukan di lapangan Yani dan Lapangan Krishna.
"Ada dua sumur eksplorasi yaitu Krishna 36 dan Yani 6. Estimasi cadangan masing-masing sumur mencapai 3 juta barel," katanya.
Dalam acara kunjungan itu, Perkasa mengeluhkan rendahnya realisasi pasokan gas ke PLN yang dibawah 80 MMBTUD. Penyebab kurangnya penyerapan itu karena PLN mengalami kendala operasi. Dia kemudian berharap dukungan SKK Migas untuk mendapatkan pembeli alternatif.
"Realisasi gas PLN hanya sekitar 60 persen. Kami sudah melakukan pertemuan dengan PLN dan mereka beralasan kendala teknis," ujarnya.
Widhyawan mengatakan kendala yang dihadapi PLN berupa kerusakan trafo. Dia pun berjanji akan mengirim surat kepada PLN untuk mengoptimalkan pengambilan gas dari CNOOC.
Selain itu, Widhyawan menyebut rencana jangka panjang pemanfaatan gas CNOOC tidak hanya untuk PLN. Dengan begitu ketika PLN mengurangi pengambilan gas, bisa dimanfaatkan di tempat lain.
"Kami akan mencoba mencari alternatif penjual lain, misalnya ke PGN (Perusahaan Gas Negara). Kalau PGN setuju, ini terobosan SKK Migas," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




