ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditopang Penjualan, Laba Indocement Melambung Jadi Rp 1,8 T

Rabu, 29 Maret 2023 | 07:05 WIB
M
WP
Penulis: Muawwan | Editor: WBP
Pabrik semen milik PT Indocement terlihat dari atas bukit Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
Pabrik semen milik PT Indocement terlihat dari atas bukit Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sepanjang 2022 meraup pendapatan dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk secara serentak naik. Laba bersih terkerek menjadi Rp 1,8 triliun dari sebelumnya Rp 1,7 triliun pada 2021.

Melansir laporan keuangan konsolidasian yang diumumkan Selasa (28/3/2023) dikutip Investor Daily, pendapatan bersih emiten produsen semen itu melonjak 10,5% dari Rp 14,7 triliun menjadi Rp 16,3 triliun.

"Penopang pertumbuhan pendapatan dari penjualan semen kepada pihak berelasi seperti HC Trading Malta Limited, HC Green Trading Limited, HC Trading Asia and Pacific Pte. Ltd, dan HeilderbergCement AG yang secara keseluruhan meningkat menjadi Rp 246 miliar dari sebelumnya Rp 215 miliar," demikian data manajemen. 

ADVERTISEMENT

Penjualan kepada pihak ketiga melompat dari Rp 13,4 triliun pada 2021 menjadi Rp 14,7 triliun pada 2022. Termasuk penjualan beton siap pakai yang naik dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 1,29 triliun. Sedangkan penjualan agregat pada tahun 2022 menyusut menjadi Rp 29 miliar daripada sebelumnya Rp 57 miliar.

Sementara jika dilihat dari segmen geografis, penjualan produk perseroan didominasi pasar domestik dengan kontribusi Rp 16,08 triliun yang mayoritas dari penjulan di Pulau Jawa sebesar Rp 11,6 triliun dan luar Jawa Rp 4,3 triliun. Adapun penjualan di pasar ekspor menyumbang sebesar Rp 246 miliar.

Peningkatan pendapatan bersih sayangnya diikuti membengkaknya beban pokok pendapatan. Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 9,6 triliun. Namun pada tahun 2022, bebannya melonjak menjadi Rp 11,1 triliun akibat tertekannya beban pabrikasi, beban pokok produksi, dan beban pengepakan.

Kendati demikian, membaiknya kinerja penjualan perseroan mampu membuat laba bruto perseroan naik tipis Rp 5,14 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 5,12 triliun.

Hingga laporan kinerja ini dipublikasikan, jumlah aset perseroan terpantau melorot dari semula Rp 26 triliun menjadi Rp 25 triliun. Bukan cuma itu, jumlah liabilitas juga bertambah menjadi Rp 6,13 triliun, naik 10,16% dibandingkan liabilitas tahun lalu sebesar Rp 5,5 triliun. Ekuitas juga turut tertekan menjadi Rp 19,5 triliun dari Rp 20,6 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indocement Bentuk Usaha Patungan Mortar Senilai Rp 455 Miliar

Indocement Bentuk Usaha Patungan Mortar Senilai Rp 455 Miliar

EKONOMI
Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

Indocement Minta Maaf Soal Hujan Debu Semen di Citeureup Bogor

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon