BI: Turbulensi Ekonomi Global Pengaruhi Sistem Keuangan Domestik
Senin, 23 Oktober 2023 | 13:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengungkapkan, stabilitas sistem keuangan dalam negeri masih terpengaruh oleh ketidakpastian ekonomi global. Saat ini, dunia masih merasakan dampak konflik Rusia-Ukraina, sementara ketegangan politik di Timur Tengah antara Israel dan Palestina juga sedang berlangsung.
Menurut Agung, ketegangan politik tersebut telah mendorong kenaikan harga pada komoditas energi dan bahan pangan. Dampaknya terasa dalam bentuk inflasi global yang meningkat, terutama di wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS).
"Kenaikan laju inflasi diantisipasi melalui kebijakan moneter, termasuk di Amerika Serikat yang kemudian mendorong tetap tingginya suku bunga di global," kata Juda Agung dalam peluncuran buku Stabilitas Sistem Keuangan Nomor 41, Senin (23/10/2023).
Lebih lanjut, Juda menyebut Amerika Serikat saat ini juga membutuhkan pendanaan, termasuk untuk mem-backup perang yang terjadi di Rusia dan Timur Tengah.
Kondisi ini berdampak pada ekonomi dalam negeri, dengan meningkatnya volatilitas aliran modal dalam dua bulan terakhir. Beberapa negara mengalami pelemahan nilai tukar mata uang, termasuk rupiah. Hal ini disebabkan oleh kenaikan yield di Amerika Serikat, sehingga dolar AS menguat dan menyebabkan mata uang negara lain mengalami volatilitas yang tinggi.
Semua tantangan ini, menurut Juda, menjadi bagian dari upaya BI untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan. Hal ini juga menjadi salah satu alasan BI menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur pada Oktober 2023. Harapannya, langkah ini dapat menjaga stabilitas nilai tukar.
Juda menegaskan, di tengah dinamika yang terus berubah, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan sambil tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ini menjadi tugas besar, mengingat beberapa komoditas ekspor Indonesia, seperti batu bara dan sawit mengalami pelemahan harga, kecuali minyak.
Dalam keseluruhan kondisi ini, BI harus terus beradaptasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan dalam suasana yang penuh ketidakpastian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




