ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Rawan Koreksi Pekan Ini, Sentimen Apa yang Perlu Diwaspadai?

Senin, 30 Oktober 2023 | 05:28 WIB
JM
WP
Penulis: Jauhari Mahardhika | Editor: WBP
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam minggu ini berbagai sentimen pasar yang muncul akan memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami koreksi.

Menurut analisis KB Valbury Sekuritas yang dikutip Investor Daily Minggu (29/10/2023), ada beberapa data penting yang akan dirilis, seperti Indeks Manufaktur PMI atau purchasing manager index dari Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan Indonesia. "Di dalam negeri akan ada rilis data inflasi yang juga dinanti-nantikan investor," tulis riset Valbury.

Khusus dari AS, pasar menantikan keputusan the Fed terkait suku bunga. Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan data-data penting lainnya, seperti job openings, nonfarm payrolls, dan tingkat pengangguran.

ADVERTISEMENT

Dengan banyaknya sentimen ini, pelaku pasar disarankan memperhatikan level support psikologis IHSG dalam minggu ini. Secara teknikal, IHSG masih memiliki potensi koreksi, terutama jika level support psikologis 6.700 tidak cukup kuat untuk menahan penurunan.

Menurut KB Valbury Sekuritas, IHSG memiliki level support berikutnya di kisaran 6.622-6.670, sementara resistance berada di area EMA 200 pada level 6.840-6.870.

Dalam minggu sebelumnya, IHSG mengalami penurunan 1,32%. Investor asing terus mencatatkan net sell dengan nilai Rp 2,87 triliun di pasar reguler. Saham-saham bank besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing.

KB Valbury Sekuritas menjelaskan bahwa keluarnya modal asing diyakini sebagai faktor utama yang memengaruhi fluktuasi IHSG pekan lalu. Hal ini terjadi karena tingginya imbal hasil US Treasury yang mencapai 5%.

Situasi ketidakpastian saat ini, dengan kebijakan hawkish the Fed yang diperkirakan berlangsung lama dan konflik di Timur Tengah semakin memanas, membuat investor memilih investasi di instrumen safe haven dan bersikap wait and see.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon