Dirjen Pajak Perketat Biaya Promosi Pengurang Pajak
Senin, 15 April 2013 | 18:26 WIB
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak mengaku tengah memperketat aturan biaya promosi yang menjadi dasar pengurang pajak. Pasalnya, selama ini banyak biaya promosi yang sengaja diperbesar oleh perusahaan untuk dapat menjadi dasar pengurang pajak.
Dirjen Pajak Fuad Rahmany menuturkan, pihaknya saat ini sudah memperketat klasifikasi biaya promosi. Pasalnya, menurut dia, seringkali perusahaan memasukkan biaya promosi yang sebenarnya bukan merupakan bagian dari promosi.
"Kita sudah perketat, kita periksa itu, saya minta untuk diperiksa karena sering kali perusahaan masukkan biaya promosi yang sebenarnya bukan biaya promosi, jadi seolah-olah dibuat ada," ujar Fuad di Jakarta, Senin (15/4).
Fuad menyontohkan kegiatan event organaizer, yang selama ini dimasukkan dalam biaya promosi. Padahal menurut dia, kegiatan tersebut tidak termasuk dalam biaya promosi. Sayang Fuad enggan menyebutkan nama maupun sektor perusahaan yang sering melakukan tindakan tersebut.
"Ada beberapa jenis, misalnya mereka bikin acara, mereka bilang itu biaya promosi padahal tidak. Itu yang sedang kita kejar, saya tidak bisa sebut perusahaan-perusahaannya apa tapi banyak melakukan hal-hal itu," terang dia.
Untuk itu, menurut Fuad, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap biaya promosi perusahaan. Dia pun mengaku sudah meminta kepada para pegawai pajak pada bagian pemeriksa untuk lebih teliti dalam memeriksa biaya promosi perusahaan.
"Ada beberapa macam, misalnya mereka bikin event, mereka bilang itu biaya promosi padahal tidak. Itu yang sedang kita kejar, saya tidak bisa sebut perusahaan-perusahaannya apa tapi banyak melakukan hal-hal itu," terang dia.
Untuk itu, menurut Fuad, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap biaya promosi perusahaan. Dia pun mengaku sudah meminta kepada para pegawai pajak pada bagian pemeriksa untuk lebih teliti dalam memeriksa biaya promosi perusahaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




