Aprindo Minta SBY Pertahankan Mari
Senin, 17 Oktober 2011 | 16:49 WIB
"..yang dia (Mari) kerjakan nyambung dengan pelaku bisnis.."
Di tengah banyak kritik mengenai kebijakan impor yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan, ketua harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menunjukkan dukungannya kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
"Menurut saya, (SBY) harus pertahankan Mendag karena selama ini yang dia kerjakan nyambung dengan pelaku bisnis. Kalau masalah impor, sekarang kan era perdagangan bebas. Jadi secara teknikal memang dari (Mendag) tetapi penyebabnya bukan dia," katanya saat ditemui di Jakarta, hari ini.
Tugas dari kementerian perdagangan, lanjutnya, adalah mempertahankan kestabilan harga dan pasokan di pasar. Seandainya impor tidak dilakukan sementara produksi dalam negeri tidak tersedia, kemungkinan yang dapat terjadi adalah kenaikan inflasi dan ketidaktersediaan pangan.
"Supply dan demand kan akan mengontrol harga. Karena impor kita tetap bisa makan," ujar Tutum.
Ia menjelaskan di era perdagangan bebas, tiap negara bebas untuk ekspor atau impor. Singapura adalah salah satu contoh. Mereka mengimpor semuanya kecuali teknologi.
"Kita juga bisa ekspor, bikin harga bersaing dengan Cina, tetapi apakah kita siap bahan baku,siup dan lain-lain, " kata dia.
Di tengah banyak kritik mengenai kebijakan impor yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan, ketua harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menunjukkan dukungannya kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
"Menurut saya, (SBY) harus pertahankan Mendag karena selama ini yang dia kerjakan nyambung dengan pelaku bisnis. Kalau masalah impor, sekarang kan era perdagangan bebas. Jadi secara teknikal memang dari (Mendag) tetapi penyebabnya bukan dia," katanya saat ditemui di Jakarta, hari ini.
Tugas dari kementerian perdagangan, lanjutnya, adalah mempertahankan kestabilan harga dan pasokan di pasar. Seandainya impor tidak dilakukan sementara produksi dalam negeri tidak tersedia, kemungkinan yang dapat terjadi adalah kenaikan inflasi dan ketidaktersediaan pangan.
"Supply dan demand kan akan mengontrol harga. Karena impor kita tetap bisa makan," ujar Tutum.
Ia menjelaskan di era perdagangan bebas, tiap negara bebas untuk ekspor atau impor. Singapura adalah salah satu contoh. Mereka mengimpor semuanya kecuali teknologi.
"Kita juga bisa ekspor, bikin harga bersaing dengan Cina, tetapi apakah kita siap bahan baku,siup dan lain-lain, " kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




